Live News

28.3°C
  • Jakarta
July 19, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogNasionalPEMPROV DKI JAKARTA KOMITMEN HADIRKAN RUANG PUBLIK YANG INKLUSIF DAN DEMOKRATIS

PEMPROV DKI JAKARTA KOMITMEN HADIRKAN RUANG PUBLIK YANG INKLUSIF DAN DEMOKRATIS

Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 18/7/2026). Ruang-ruang publik di Jakarta tetap terbuka sebagai wadah masyarakat untuk berkumpul, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat. Sebagai kota metropolitan, Jakarta harus didukung ekosistem ruang publik yang inklusif serta mendorong tumbuhnya budaya dialog.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno, saat menghadiri kuliah umum bertajuk ‘Jalan Buntu Reformasi’ di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, hari ini. Di hadapan akademisi, sejarawan, aktivis, dan mahasiswa, Rano mengatakan TIM merupakan ruang kebudayaan yang memiliki peran penting dalam merawat ingatan kolektif bangsa.

Selain menyoroti pentingnya keterbukaan ruang publik, Wagub juga merefleksikan transformasi sosial melalui analogi budaya populer Si Doel. Menurutnya, kisah tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan representasi perjuangan masyarakat menghadapi tantangan modernisasi, penataan kota, dan pemenuhan kebutuhan hunian.

Karena itu, ia menilai perjuangan masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan, lapangan pekerjaan, dan hunian yang layak harus menjadi pijakan dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan pembangunan.

“Semangat kepedulian sosial harus hadir secara nyata dalam bentuk kebijakan, bukan sekadar pidato formal. Indikator keberhasilan setiap kebijakan di Jakarta adalah sejauh mana kebijakan tersebut mampu mempermudah dan memanusiakan kehidupan warga, terutama dalam aspek hunian, penataan kota, serta akses terhadap layanan dasar,” tegasnya.

Optimistis hadapi tantangan

Menanggapi dinamika pembangunan dan tantangan reformasi yang dipaparkan Guru Besar Studi Asia University of Melbourne, Profesor Vedi R. Hadiz, Rano mengajak seluruh elemen masyarakat tetap optimistis menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia mengutip filosofi masyarakat Betawi yang menggambarkan pentingnya mencari jalan keluar dalam setiap persoalan.

“Orang Betawi memiliki ungkapan, ‘Kalau jalan buntu jangan berhenti, cari gang, cari lorong’. Jakarta adalah kota seribu gang. Melalui ruang-ruang kecil yang humanis, warga berinteraksi dan berdiskusi. Dari sanalah solusi-solusi pragmatis untuk memajukan kota kerap lahir,” tegasnya.

Usai mengikuti kuliah umum, Rano meninjau Pameran Seni Kolaboratif bertajuk EVANESCENCE di Galeri Cipta 1, Taman Ismail Marzuki. Peninjauan tersebut menjadi wujud dukungan Pemprov DKI terhadap perkembangan seni rupa kontemporer sekaligus memperkuat fungsi TIM sebagai ruang kreativitas, ekspresi, dan interaksi budaya yang terbuka bagi masyarakat. (JB/03/Wid)

Tags:
Share:

Related Post