Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 8/7/2026). Rangkaian MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 memasuki etape kedelapan di Kalimantan. Dalam kegiatan yang berlangsung di Kalimantan Tengah ini, Yamaha mengajak awak media dan komunitas pengguna XMAX menempuh perjalanan sejauh sekitar 235 kilometer dari Sampit menuju Pangkalan Bun untuk menguji performa lini skutik MAXi sekaligus mengampanyekan pelestarian orangutan.
Chief Yamaha Area Kalimantan PT YIMM, Khusnul Faris, mengatakan etape Kalimantan menghadirkan tantangan yang berbeda dibandingkan perjalanan sebelumnya karena karakter jalannya yang menuntut ketangguhan kendaraan.
“MAXi Tour Boemi Nusantara Kalimantan memberikan pengalaman baru yang spesial. Selain membuktikan performa, fitur, dan desain lini skutik MAXi Yamaha yang mampu menjawab kebutuhan berkendara masyarakat Indonesia, khususnya di Kalimantan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan warisan budaya serta meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian orangutan sebagai salah satu satwa endemik Indonesia,” ujar Khusnul dalam keterangannya.
Perjalanan melintasi kawasan Jantung Borneo menyuguhkan panorama perkebunan kelapa sawit yang berdampingan dengan hutan hujan tropis. Karakter jalan yang panjang, kondisi aspal yang bervariasi, serta cuaca panas menjadi medan pengujian bagi lini skutik MAXi Yamaha, mulai dari XMAX, NMAX “TURBO”, AEROX ALPHA, hingga LEXi.
Sesampainya di Pangkalan Bun, peserta mengunjungi Istana Mangkubumi, peninggalan Kesultanan Kutaringin yang menjadi salah satu ikon sejarah Kabupaten Kotawaringin Barat. Pada kesempatan tersebut, Yamaha juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian cagar budaya di daerah tersebut.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke kawasan Sungai Arut. Peserta disambut pertunjukan tari adat Dayak Butawawih sambil menikmati suasana matahari terbenam bersama komunitas lokal XMAX Mentaya yang turut memeriahkan kegiatan.
Pelestarian satwa dilindungi
Pada hari kedua, rombongan mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting untuk melihat orangutan di habitat alaminya. Perjalanan menuju kawasan konservasi diawali dari Pelabuhan Kumai menggunakan kelotok, perahu tradisional khas Kalimantan, menyusuri Sungai Sekonyer yang membelah kawasan hutan hujan tropis.
Selama dua hari perjalanan, peserta melewati berbagai kondisi jalan, mulai dari jalur antarkota, ruas yang membelah kawasan hutan dan perkebunan, hingga jalan perkotaan. Yamaha menilai kombinasi posisi berkendara yang ergonomis, performa mesin, dan berbagai fitur pada lini MAXi mendukung kenyamanan selama perjalanan.
Salah seorang peserta, Fadli, yang menggunakan NMAX “TURBO” Tech Max, mengaku performa motor membantunya menghadapi karakter jalan khas Kalimantan.
“Teknologi YECVT membuat akselerasi dan deselerasi terasa instan, sehingga lebih percaya diri saat menyalip maupun melewati tikungan. Mesin 155 cc dengan teknologi VVA tetap responsif di putaran tinggi, sementara fitur ABS dan suspensi memberikan rasa aman dan nyaman saat melintasi jalur panjang di Kalimantan,” ujarnya.
Melalui etape Kalimantan, Yamaha menegaskan bahwa MAXi Tour Boemi Nusantara tidak hanya menjadi ajang touring jarak jauh, tetapi juga menghadirkan pengalaman menjelajahi kekayaan alam, budaya, dan sejarah Indonesia, sekaligus mendorong kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan satwa endemik. (JB/03/Wid)


