Live News

28.3°C
  • Jakarta
July 2, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogPolitikInternasionalINDONESIA-BELARUS LUNCURKAN PETA JALAN KERJA SAMA 2026–2030

INDONESIA-BELARUS LUNCURKAN PETA JALAN KERJA SAMA 2026–2030

Jakarta, JaringBisnis (Kamis, 2/7/2026). Indonesia-Belarus sepakat memperkuat kemitraan strategis melalui peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030. Kesepakatan itu menjadi salah satu hasil utama pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kunjungan Lukashenko mencerminkan semakin eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan Belarus di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Kepala Negara menyampaikan apresiasi atas kunjungan kedua Presiden Lukashenko ke Indonesia setelah lebih dari 13 tahun.

“Kunjungan ini menandakan semakin erat hubungan Indonesia dan Belarus di tengah dinamika situasi global yang terus berkembang. Belarus adalah mitra penting bagi Indonesia di kawasan Eurasia dan kami menghargai hubungan yang selama ini terus berkembang atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan,” ujar Prabowo.

Salah satu capaian penting adalah peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai kerangka pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan.

“Peta Jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret,” ungkap Presiden Prabowo.

Berbagai sektor

Di sektor ketahanan pangan, Presiden Prabowo menilai Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi. Kedua negara berkomitmen memperkuat kolaborasi di bidang pertanian modern, pupuk, alat dan teknologi pertanian, hingga alat berat yanhg mendukung pembangunan sektor pangan berkelanjutan.

Selain itu, kedua negara juga sepakat memperluas kemitraan ekonomi melalui pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta kerja sama teknologi. Di bidang perdagangan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas selesainya proses ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement oleh Belarus.

“Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut,” ucap Presiden Prabowo.

Di sektor industri, kedua pemimpin melihat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan membangun joint venture antara pelaku usaha Indonesia dan Belarusia, khususnya pada sektor manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri. Sementara pada bidang sosial budaya dan pengembangan sumber daya manusia, kedua negara mendorong penguatan pertukaran budaya, kerja sama antarlembaga pendidikan, serta pendidikan dan pelatihan vokasi.

Isu regional dan global

Selain membahas kerja sama bilateral, Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko juga bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan global. Keduanya menegaskan komitmen untuk terus mendukung upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas dunia.

Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi atas kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko dan menyatakan komitmennya untuk melakukan kunjungan balasan ke Belarus. Presiden Prabowo juga berharap seluruh hasil kesepakatan yang dicapai dapat segera diimplementasikan sehingga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara.

“Saya juga yakin momentum ini akan semakin memperkuat kemitraan Indonesia-Belarus dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan hasil nyata yang bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemakmuran kedua rakyat kita,” pungkas Presiden (JB/setneg/03/Wid)

presiden prabowo subianto

Related Post