Jakarta, JaringBisnis (Minggu, 28/6/2026). PT PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) berkomitmen untuk mempercepat pengembangan energi bersih. PGE menargetkan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sebesar 1 gigawatt pada 2028 dan 1,7 gigawatt pada 2032.
Hal tersebut dikatakan Corporate Secretary PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Muhammad Taufik saat media visit PLTP Area Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hari ini.
Dikatakan target tersebut sejalan dengan besarnya potensi sumber daya panas bumi yang dimiliki PGE di seluruh wilayah kerja. Diperkirakan, total potensi mencapai sekitar 3 gigawatt.
“Jumlah itu total potensi sumber daya panas bumi yang berada di seluruh wilayah kerja PGE. Potensi tersebut menjadi fondasi bagi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan,” jelas Taufik.
Diakui Taufik, bukan hal mudah untuk memenuhi target tersebut. Wakau demikian, ia menikai target tersebut masih realistis untuk dicapai.
Lebih jauh disebutkan, PGE telah memperoleh green book yaitu daftar proyek prioritas yang dapat diusulkan memperoleh dukungan pembiayaan pembangunan dari mitra internasional. Diharapkan, dengan dukungan tersebut akan memperkuat pendanaan proyek-proyek panas bumi yang tengah dikembangkan perusahaan.
Saat ini PGE mengelola 13 wilayah kerja panas bumi (WKP) yang tersebar di 6 area dengan kapasitas terpasang 727 MW. Keenam area tersebut adalah Kamojang, ada WK Lahendong, Ulubelu, Lumut Balai, Karaha, dan Sibayak.
Saat ini Wilayah Kerja Panas Bumi Kamojang memiliki total kapasitas terpasang 235 megawatt dari total kapasitas terpasang PGE sebesar 727 megawatt. PLTP Kamojang memasok listrik bagi lebih dari 260 ribu rumah tangga.
Ciptakan nilai tambah
Lebih jauh dikatakan, Area Kmojang memiliki arti penting dalam perjalanan pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Dijelaskan, sejak potensi panas bumi ditemukan di Kamojang 100 tahun lalu, WKP Kamojang terus berkembang.
WKP Kamojang disebutkan mencatat pengurangan emisi karbon sekitar 1,22 juta ton CO2 per tahun. Kontribusi tersebut memperkuat upaya Indonesia mencapai target Net Zero Emission pada 2060.
Tidak hanya mampu menekan emisi karbon, WKP Kamojang juga mampu menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian, lingkungan dan kesejahteraan warga.
“Pemanfaatan langsung energi panas bumi membuktikan mampu memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar menghasilkan listrik. (JB/03/Wid)



