Jakarta, JaringBisnis (Kamis, 23/4/2026). Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) sama sekali tidak berencana mencoret Iran dari putaran final Piala Dunia 2026. Kabar tersebut muncul setelah utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Paolo Zampolli menyarankan agar FIFA memilih Italia menggantikan Iran di pesta sepak bola terbesar sejagat tersebut.
“Saya telah menyarankan kepada Trump dan Gianni Infantino (Presiden FIFA) agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia. Saya adalah warga negara Italia dan akan menjadi mimpi untuk melihat Azzurri di turnamen yang diselenggarakan AS. Dengan empat gelar, mereka memiliki rekam jejak yang cukup untuk membenarkan keikutsertaan mereka,” ungkap Zampolli.
FIFA sendiri tidak memberikan komentar resmi terkait saran Zampolli. Namun, Infatino pekan lalu menegaskan Iran pasti akan hadir di Piala Dunia 2026.
Berdasarkan peraturan FIFA, badan sepak bola dunia tersebut memiliki kewenangan penuh untuk menentukan apa yang terjadi jika sebuah tim mengundurkan diri atau dikeluarkan dari kompetisi. Pasal enam peraturan Piala Dunia juga menyatakan: FIFA dapat memutuskan untuk mengganti peserta Piala Dunia.
Keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada, menjadi tanda tanya setelah perang AS dan Israel menyerang Iran, Februari 2026. Hingga kini, perang AS-Israel dan Iran belum usai.
Pada Piala Dunia 2026, Iran berada di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir. Semua laga penyisihan Grup G akan dimainkan di Amerika Serikat.
Memalukan
Menanggapi usulan Zampolli, Menteri Ekonomi Italia, Giancarlo Giorgetti, mengatakan ide tersebut sangat ‘memalukan. Sedangkan Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi menggantikan Iran dengan Italia hal tidak mungkin dan tidak pantas.
Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio, juga tidak setuju dengan ide tersebut dan mengatakan merasa tersinggung dengan usulan itu. “Untuk pergi ke Piala Dunia, Anda harus mendapatkannya,” tambah Buonfiglio.
Italia, juara empat kali, gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut setelah kalah dalam pertandingan play-off kualifikasi melawan Bosnia dan Herzegovina bulan lalu. (JB/BBC/03/Wid)















