Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 14/4/2026). Usai melakukan kunjungan kerja ke Rusia, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan langkah diplomasi strategisnya di Eropa dengan mengunjungi Prancis. Rombongan Presiden Prabowo tiba di Paris, Prancis, Senin (13/4/2026) malam pukul 23.50 waktu setempat.
“Setelah melakukan pertemuan yang berlangsung selama lima jam dengan Presiden Putin di Istana Kremlin, Bapak Presiden langsung bertolak menuju Prancis dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam dan tiba tengah malam di Paris,” ujar Sekretariat Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya.
Di Prancis, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang akan berlangsung di Istana Élysée. “Pertemuan tersebut akan membahas peningkatan kerja sama strategis kedua negara,” ungkap Seskab seperti dikutip setneg.go.id.
Lebih lanjut, Seskab menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan kerja sama bilateral, tetapi juga menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategis terkait dinamika global.
“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden selain memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Prancis, juga akan menyampaikan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia,” jelas Seskab.
Perkuat kerja sama
Terkait pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Seskab mengatakan hal itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama strategis kedua negara di tengah dinamika global yang terus berkembang. Pada pertemuan kali ini, Indonesia dan Rusia menyepakati sejumlah poin penting kerja sama strategis, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral yang menjadi prioritas jangka panjang kedua negara.
“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” jelas Seskab.
Selain sektor energi, Seskab menuturkan bahwa kedua negara juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang lainnya yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembangunan nasional.
“Keberlanjutan beberapa kerja sama di bidang pendidikan riset teknologi, bidang pertanian, dan bidang investasi di berbagai sektor terutama pembangunan industri di Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Seskab menekankan bahwa Rusia memiliki posisi yang sangat strategis dalam percaturan global, sehingga kemitraan dengan Indonesia menjadi semakin relevan dan penting.
“Kita ketahui bahwa posisi Rusia sangat strategis di dunia global, selain sebagai salah satu negara pemegang hak veto PBB dan pendiri BRICS,” ucapnya.
Menurut Seskab, Rusia juga merupakan salah satu kekuatan besar dunia dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar, yang dapat menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendorong pembangunan jangka panjang. “Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia,” lanjutnya. (JB/03/Wid)















