KAI LAYANI 4,65 JUTA PELANGGAAN MELALUI LAYANAN PSO PADA TRIWULAN I 2026

Ilustrasi. (dok kai)

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa layanan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitasnya dengan harga yang terjangkau.

“Di balik angka-angka ini, ada perjalanan orang tua yang berangkat lebih pagi, mahasiswa yang mengejar cita-cita, hingga tenaga kesehatan yang tetap bergerak pada malam hari. Kereta api menjadi bagian dari perjalanan mereka,” ujar Anne.

Layanan PSO yang dikelola KAI mencakup perjalanan jarak jauh dan lokal, dengan total 2.956.097 pelanggan pada KA Jarak Jauh PSO serta 1.703.581 pelanggan pada KA Lokal PSO sepanjang Triwulan I 2026. Keterhubungan ini membuka akses antarwilayah dengan biaya yang tetap terjangkau, sehingga semakin banyak masyarakat dapat menjangkau berbagai pusat aktivitas.

Pergerakan ini semakin terasa di kawasan perkotaan. Layanan KAI Commuter mencatat 101.382.889 pelanggan, meningkat 8,11% dibandingkan Triwulan I 2025. Sementara itu, LRT Jabodebek melayani 7.754.946 pelanggan, tumbuh 22,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Mobilitas harian masyarakat terus terjaga, dari pagi hingga malam hari, mengikuti ritme kota yang tidak pernah benar-benar berhenti.

Mudah dijangkau

Perjalanan menuju bandara pun semakin mudah dijangkau. Pada Triwulan I 2026, layanan PSO yang dikelola KAI Bandara dimanfaatkan oleh 1.527.622 pelanggan, meningkat 10,14% dibandingkan tahun lalu. Perjalanan dari Yogyakarta menuju Bandara YIA serta layanan di Sumatera Utara melalui KA Srilelawangsa menjadi bagian dari konektivitas yang semakin memperluas akses masyarakat.

Secara keseluruhan, lebih dari 115,32 juta pelanggan menikmati layanan berbasis PSO di KAI Group selama tiga bulan pertama tahun ini. Angka ini mencerminkan pergerakan masyarakat yang terus tumbuh dan kebutuhan akan transportasi yang tetap terjangkau.

Anne menambahkan bahwa layanan PSO ini merupakan bagian dari kehadiran pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dalam menjaga masyarakat agar tetap memiliki akses transportasi yang terjangkau.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah. Melalui dukungan ini, semakin banyak masyarakat yang bisa tetap bergerak menjalankan aktivitasnya dengan biaya yang lebih terjangkau,” lanjut Anne.

“KAI Group akan memastikan setiap penugasan layanan dijalankan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG), sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Dengan kualitas layanan yang terus dijaga, kereta api akan tetap menjadi bagian dari perjalanan masyarakat yang dapat diandalkan, hari demi hari,” tambah Anne. (JB/03/Wid)