KEPUASAN MASYARAKAT TINGGI, ASDP SUKSES KELOLA ANGKUTAN LEBARAN 2026

Ilustrasi suasana penyeberangan saat Angkutan Lebaran 2026 di pelabuhan. PT ASDP mampu menyelenggarakan Angkutan Lebaran 2026 dengan aman, nyaman, dan lancar. (dok asdp)

Hal tersebut terlihat dari hasil survei independen yang dilakukan ITS. Hasil survei mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 82,15 atau masuk kategori baik, meningkat 3,45 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan hasil survei Lembaga KedaiKOPI menunjukkan 88,8% responden merasa puas terhadap manajemen mudik pemerintah.

Sementara itu, Indikator mencatat tingkat kepuasan sebesar 85,3% di kalangan pemudik—menegaskan bahwa layanan transportasi nasional berjalan optimal di tengah tekanan trafik tinggi.

Dari survey tersebut, diketahui bahwa IKM layanan pada moda penyeberangan tercatat mencapai nilai 77,48. Capaian ini mencerminkan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap aspek pelayanan selama periode Angkutan Lebaran.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa keberhasilan dalam mengelola pelayana selama periode Angkutan Lebaran 2026 merupakan hasil kolaborasi erat lintas sektor. Sinergi antara ASDP, Kementerian Perhubungan, TNI, Kepolisian, KSOP, BPTD, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas layanan.

“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam memastikan layanan tetap optimal di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman,” ujar Heru dalam keterangannya.

Sejak awal periode Angkutan Lebaran 2026, ASDP telah mengantisipasi lonjakan trafik melalui strategi terukur di empat cabang utama—Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Optimalisasi armada dilakukan secara dinamis dengan dukungan pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk mempercepat siklus layanan. Selain itu, buffer zone diaktifkan dan personel diperkuat di titik-titik krusial pelabuhan.

Dampak signifikan stimulus

Di sisi lain, Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengungkapkan bahwa kebijakan tarif tunggal yang disertai stimulus diskon memberikan dampak nyata. Hingga 31 Maret 2026 pukul 23:59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp30,05 miliar atau 84,52% dari target, dengan tingkat penerima manfaat mencapai 116,92%.

“Capaian ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kebijakan yang mempermudah akses layanan penyeberangan,” jelasnya.

Lebih jauh, digitalisasi melalui platform Ferizy menjadi tulang punggung peningkatan layanan. Sistem reservasi yang terintegrasi mampu mengatur arus kendaraan dan penumpang lebih tertib, sekaligus menekan antrean selama periode padat.

Secara kumulatif, sejak H-8 hingga H+8 pukul 06:00 WIB, total penumpang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4,722,213 orang, meningkat 6,6% dibandingkan tahun lalu sebanyak 4,430,006 orang. Sementara itu, total kendaraan mencapai 1,215,273 unit atau naik 8% dari 1,125,178 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ke depan, ASDP berkomitmen memperkuat kualitas layanan melalui inovasi berkelanjutan dan peningkatan standar operasional. Komitmen ini memastikan setiap perjalanan pengguna jasa tetap aman, nyaman, dan penuh kepastian—bahkan di tengah puncak mobilitas nasional,” jelas Windy. (JB/03/Wid)