MULAI RP9.000 PER HARI, INI BIAYA OPERASIONAL HARIAN JAECOO

JAECOO J5 EV menjadi model dengan biaya energi paling rendah di lini JAECOO. Dengan asumsi tarif listrik sekitar Rp1.700 per kWh, biaya penggunaan energinya diperkirakan sekira Rp290.760 per bulan atau sekira Rp9.600 per hari. (dok jaecoo indonesia)

Jakarta, JaringBisnis (Senin, 16/3/2026). Di berbagai pasar global, tren kendaraan energi baru (NEV) juga terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada Januari 2026, penjualan NEV di sejumlah pasar utama Eropa seperti Jerman, Inggris, Italia, dan Prancis meningkat 23,1% secara tahunan, dengan segmen plug-in hybrid (PHEV) tumbuh hingga 37,8%.

Di tengah perubahan tersebut, teknologi hybrid semakin relevan karena mampu menawarkan keseimbangan antara efisiensi energi, fleksibilitas jarak tempuh, serta kenyamanan berkendara. Tren serupa juga mulai terlihat di Indonesia. Seiring fluktuasi harga energi, calon pembeli tidak lagi hanya mempertimbangkan harga kendaraan di awal pembelian, tetapi juga mulai memperhitungkan biaya penggunaan kendaraan dalam jangka panjang, termasuk konsumsi energi dalam aktivitas sehari-hari.

Melihat perubahan pola pertimbangan konsumen tersebut, JAECOO Indonesia menyusun simulasi biaya operasional untuk tiga lini produknya yakni J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS. Simulasi ini menggunakan asumsi pola penggunaan kendaraan sekitar 1.500 kilometer per bulan, yang mencerminkan mobilitas rata-rata pengguna kendaraan di perkotaan Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Perhitungan tersebut didasarkan pada penggunaan sekitar 50 kilometer per hari pada hari kerja (sekitar 1.000 km per bulan) serta tambahan perjalanan sekitar 500 kilometer secara total dalam satu bulan.

Menurut Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, simulasi ini dibuat untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai estimasi biaya penggunaan kendaraan bagi calon konsumen.

“Kami melihat banyak calon pembeli yang masih membandingkan berbagai teknologi kendaraan sebelum menentukan pilihan. Lewat simulasi biaya operasional ini, kami ingin membantu konsumen memahami estimasi pengeluaran energi dari setiap lini JAECOO sehingga mereka dapat memilih model yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka,” ujar Jim Ma dalam keterangannya.

J5 EV paling rendah

Dari simulasi tersebut, JAECOO J5 EV menjadi model dengan biaya energi paling rendah di lini JAECOO. Dengan asumsi tarif listrik sekitar Rp1.700 per kWh, biaya penggunaan energinya diperkirakan sekira Rp290.760 per bulan atau sekira Rp9.600 per hari. Angka yang bahkan lebih murah dibanding harga kopi kekinian di pusat perbelanjaan Jakarta.

Rendahnya biaya operasional ini tidak lepas dari efisiensi J5 EV yang dibekali baterai 60,9 kWh. Berdasarkan pengujian internal di Indonesia, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 534 kilometer dalam sekali pengisian daya, lebih tinggi dibanding estimasi jarak tempuh berdasarkan standar NEDC yang berada di kisaran 461 kilometer.

Kendaraan hybrid

JAECOO J7 SHS-P hadir dengan teknologi Super Hybrid System (SHS) dan konsumsi bahan bakar minyak sekira 35 kilometer per liter, sehingga biaya energi untuk perjalanan 1.500 kilometer per bulan diperkirakan mencapai sekitar Rp486.814 per bulan atau sekira Rp5.840.000 per tahun.

Sementara itu, JAECOO J8 SHS-P ARDIS sebagai model premium dalam lini JAECOO tetap menawarkan efisiensi yang kompetitif untuk kendaraan di kelasnya. Dengan kemampuan berkendara listrik hingga 180 kilometer dan konsumsi bahan bakar minyak sekira 23,7 kilometer per liter, biaya energi bulanannya diperkirakan mencapai Rp584.793 atau Rp7.010.000 per tahun.

Meski lebih tinggi dibanding varian listrik murni, angka di bawah Rp600.000 per bulan untuk sebuah SUV premium berukuran besar tetap tergolong efisien bagi konsumen yang mencari keseimbangan antara efisiensi dan fleksibilitas jarak tempuh tanpa rasa khawatir akan range anxiety, terlebih model ini juga dilengkapi sistem penggerak All Wheel Drive (AWD) yang mendukung performa dan stabilitas berkendara.

Puluhan diler

Selain efisiensi energi, JAECOO juga telah memiliki 25 dealer di Indonesia, termasuk pembukaan terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat untuk membantu layanan purna jual konsumen.

Penguatan jaringan ini sejalan dengan performa positif JAECOO di pasar otomotif nasional. Berdasarkan data wholesales GAIKINDO Januari 2026, JAECOO J5 EV mencatat distribusi sebanyak 1.942 unit dan menjadi salah satu SUV listrik terlaris di Indonesia.

Tren positif ini berlanjut pada Februari 2026 dengan tambahan penjualan 2.926 unit, sekaligus membawa JAECOO menembus peringkat delapan besar merek mobil terlaris secara nasional. (JB/03/Wid)