Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 11/3/2026). Dalam mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 sekaligus membantu mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata, PT Jasa Marga akan memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30% selama empat hari pada ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga Group.
Potongan tarif ini akan diberlakukan selama dua hari pada periode arus mudik yaitu 15–16 Maret 2026 (H-6 hingga H-5 Lebaran) serta dua hari pada periode arus balik, 26–27 Maret 2026 (H+5 hingga H+6 Lebaran).
Diskon tersebut berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus pada ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group serta terintegrasi dengan sejumlah ruas tol lain dalam satu sistem transaksi perjalanan, sehingga manfaat diskon dapat dirasakan oleh pengguna jalan yang melakukan perjalanan jarak jauh lintas ruas tol.
Potongan tarif akan diberlakukan pada ruas-ruas strategis di Trans Jawa yang mencakup Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Layang MBZ, Jalan Tol Palimanan-Kanci, Jalan Tol Batang-Semarang, dan Jalan Tol Semarang Seksi ABC. Selain itu, potongan tarif juga berlaku pada ruas tol di wilayah Trans Sumatra yang meliputi Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) dan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT), serta pada wilayah Bandung-Cisumdawu yang mencakup Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dan Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi).
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan program diskon tarif berlaku bagi para pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus.
“Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen Perseroan dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan sekaligus wujud kepedulian terhadap masyarakat yang sejalan dengan penerapan prinsip ESG (Environment, Social, Governance). Pemberian diskon tarif tol pada periode Lebaran 2026 diharapkan dapat mendorong pengguna jalan untuk melakukan perjalanan lebih awal sehingga distribusi lalu lintas dapat lebih terjaga dan merata,” ujar Rivan dalam keterangannya.
Optimalkan kapasitas jalan tol
Diproyeksikan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 24 Maret 2026. Karena itu, pemberian diskon tarif tol diharapkan dapat mendorong pengguna jalan untuk mengatur waktu perjalanan di luar periode puncak arus lalu lintas.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, sekitar 48% responden menyatakan bersedia mengubah waktu perjalanan apabila terdapat kebijakan Work From Anywhere (WFA) serta tambahan stimulus berupa diskon tarif tol. Rivan menambahkan, hal ini menunjukkan bahwa kebijakan insentif perjalanan dapat mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan di luar waktu puncak arus mudik maupun arus balik.
“Dengan adanya perubahan pola perjalanan tersebut, Jasa Marga dapat mengoptimalkan kapasitas jalan tol sehingga distribusi lalu lintas menjadi lebih merata dan layanan kepada pengguna jalan dapat terjaga sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol,” tambahnya.
Rivan juga mengingatkan, untuk dapat menikmati potongan tarif 30% selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026, pengguna jalan yang melakukan perjalanan jarak jauh (barrier gate to barrier gate) diwajibkan melakukan transaksi menggunakan satu kartu uang elektronik yang sama untuk proses tap in dan tap out dengan saldo yang mencukupi.
“Data asal perjalanan dan golongan kendaraan harus terbaca dengan baik di sistem transaksi tol. Potongan tarif tidak berlaku apabila transaksi dengan saldo uang elektronik tidak mencukupi atau tidak terbaca asal dan golongan kendaraan,” tutup Rivan. (JB/03/Wid)















