PENYEBERANGAN KETAPANG-GILIMANUK DITUTUP SAAT NYEPI, INI JADWALNYA

Menyambut pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Pulau Bali, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan menghentikan sementara layanan penyeberangan di lintasan Jawa–Bali dan Lombok sebagai bentuk penghormatan terhadap hari suci umat Hindu. (dok asdp)

Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 7/3/2026). PT PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan menghentikan sementara layanan penyeberangan di lintasan Jawa–Bali dan Bali-Lombok terkait perayaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026. Penghentian sementara layanan penyeberangan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari suci umat Hindu tersebut.

Penyesuaian operasional tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengaturan transportasi nasional guna menjaga ketertiban serta menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Pulau Bali.

Penghentian sementara layanan layanan penyeberangan ini dilaksanakan berdasarkan surat pengaturan operasional penyeberangan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang mengatur penyesuaian layanan transportasi penyeberangan pada saat Hari Raya Nyepi.

Operasional penyeberangan dihentikan sementara di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB. Sedangkan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, penghentina operasional dilakukan pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA.

Di Pelabuhan Lembar, Lombok operasional penyeberangan dihentikan pada 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA. Sementara di Pelabuhan Padangbai, Bali, penyeberangan ditutup pada pada 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA.

Optimalkan layanan

Sejalan dengan kebijakan tersebut, ASDP memastikan kesiapan layanan penyeberangan tetap optimal untuk menghadapi periode Angkutan Lebaran. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan perusahaan terus memperkuat kesiapan operasional guna menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk selalu menempatkan keselamatan pengguna jasa sebagai prioritas utama. Berbagai langkah antisipatif terus kami lakukan agar layanan penyeberangan tetap andal dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Heru.

Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi pada periode mudik, ASDP juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan prediksi BMKG, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua Pegunungan.

Selain itu, pada periode Maret hingga April diperkirakan terjadi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 m di perairan selatan Jawa sampai Nusa Tenggara Timur.

Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat. Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi juga ditingkatkan dari 28 hingga 32 unit guna memperkuat kapasitas layanan serta menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang selama periode trafik tinggi.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan untuk mendukung kelancaran operasional penyeberangan, ASDP bersama pemangku kepentingan menyiapkan 350 personel di Pelabuhan Ketapang dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk yang akan disiagakan di pelabuhan, buffer zone, serta titik krusial lainnya.

Windy juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket melalui platform resmi Ferizy yang sudah dapat dipesan sejak H-60 sebelum keberangkatan.

“Hindari pembelian tiket melalui calo dan pastikan data diri diisi sesuai identitas agar proses perjalanan berjalan lancar,” ujarnya. Melalui Ferizy, pengguna jasa juga mendapatkan fleksibilitas perjalanan, termasuk fasilitas refund dengan potongan 25% serta reschedule dengan potongan 10% dari harga tiket, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kondisi cuaca. (JB/03/Wid)