Jakarta, JaringBisnis (Kamis, 26/2/2026). Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series akan memasuki fase baru dengan memperluas penyelenggaraannya ke beberapa kota di Indonesia. Tidak hanya di Jakarta, IEE Series 2026 akan digelar di kota lain.
Balikpapan, salah satu pusat pertumbuhan industri energi dan rekayasa di Indonesia Timur, akan menjadi kota penyelenggara pertama IEE Series 2026. IEE Series Balikpapan 2026 akan berlangsung pada 10–12 Juni 2026 di BSCC Dome, Balikpapan, sebagai bagian dari rangkaian menuju puncak Indonesia Energy & Engineering Series 2026 yang akan digelar pada September mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Ekspansi ini tidak lepas dari capaian positif IEE Series 2025, yang mencatat peningkatan signifikan dari sisi partisipasi industri dan pengunjung profesional. Selama dua pekan penyelenggaraan di September 2025, rangkaian IEE Series berhasil menarik lebih dari 74.704 trade visitors, meningkat 16% dari total pengunjung pada 2024, dengan total luas area pameran mencapai lebih dari 143.000 meter persegi dan melibatkan 10 pameran lintas sektor industri utama.
Hanung Hanindito, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara rangkaian IEE Series, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi landasan kuat untuk memperluas jangkauan IEE Series di 2026.
“Dengan penyelenggaraan dua pekan berturut-turut pada 2025, kami melihat antusiasme industri yang semakin besar, baik dari sisi brand yang berpartisipasi maupun dari jumlah pengunjung profesional. Di tahun ini, kami ingin memperbesar cakupan kami, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga hadir langsung di pusat-pusat industri utama Indonesia, salah satunya Balikpapan,” ujar Hanung.
Simpul strategis
Pemilihan Balikpapan dilandasi peran strategis Kalimantan dalam lanskap industri nasional, dengan kontribusi sekitar 82% terhadap total produksi batu bara Indonesia yang mencapai 688 juta ton pada 2024. Selain itu, wilayah ini juga menjadi tujuan investasi strategis senilai Rp36,5 triliun di sektor smelter dan pengolahan mineral. Adanya pelabuhan utama juga menjadikannya titik transit penting bagi distribusi batu bara, material berat, serta operasional kapal tongkang dan kapal tunda yang menopang rantai pasok industri tambang dan energi.
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut mempercepat pertumbuhan infrastruktur dan kebutuhan industri pendukung di kawasan tersebut dan menjadikan Balikpapan dan sekitarnya sebagai simpul strategis pertumbuhan industri di Indonesia bagian Timur.
IEE Series 2026 Balikpapan menghadirkan tiga pameran unggulan: Mining Indonesia, Construction Indonesia, dan Oil & Gas Indonesia. Ketiga pameran ini dibawa lebih dekat ke lokasi proyek dan pelaku industri, untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan yang tengah mengalami percepatan pembangunan dan investasi.
Bertempat di BSCC Dome Balikpapan, IEE Series Balikpapan 2026 akan diselenggarakan di area pameran seluas 8.500 meter persegi, dengan partisipasi sekitar 60 exhibitor dari sektor pertambangan, konstruksi, serta minyak dan gas.
Selain menghadirkan teknologi dan solusi industri terkini, pameran ini juga dirancang untuk mendorong interaksi yang lebih intens antara pelaku industri, pemilik proyek, dan pengambil keputusan di wilayah Indonesia Timur.
Posisi strategisnya, baik sebagai pusat aktivitas industri maupun sebagai gerbang menuju kawasan pengembangan IKN menjadikan Balikpapan ruang atau marketplace yang relevan untuk mempertemukan kebutuhan proyek dengan penyedia solusi secara langsung.
Karena itu, IEE Series Balikpapan dikonsep sebagai unified industrial marketplace, sebuah ruang pertemuan lintas sektor yang memungkinkan terjadinya diskusi teknis yang lebih mendalam, penjajakan peluang bisnis yang lebih terarah, serta kolaborasi yang selaras dengan dinamika industri di lapangan.
Sebagai bagian dari rangkaian nasional IEE Series 2026, Balikpapan juga menjadi penghubung awal antara kebutuhan industri di daerah dengan platform berskala nasional yang akan mencapai puncaknya pada Indonesia Energy & Engineering Week 2026 di Jakarta.
“Melalui IEE Series Balikpapan, kami ingin membawa platform industri lebih dekat ke lokasi proyek dan pusat aktivitas industri yang sesungguhnya. Ini bukan sekadar membawa pameran ke daerah, tetapi membuka ruang dialog yang lebih relevan dan membangun sinergi jangka panjang antar pelaku industri, hingga nantinya bertemu kembali di puncak IEE Series 2026 pada bulan September,” ujar Hanung Hanindito. (JB/03/Wid)















