Jakarta, JarigBisnis (Rabu, 25/2/2026). Komitmen Grup MIND ID dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha yang dijalani berbuah manis. Salah satunya adalah Zulaika Cake.
Salah satu UMKM binaan PT Timah Tbk, anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, tersebut kini mampu mengembangkan usaha. Dengan menjadi UMKM binaan PT Timah, Zulaikhah, pemilik Zulaika Cake, mengakui kini mampu mengembangkan usaha yang dirintisnya.
Apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang. Rumah produksi Zulaika Cake di Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Bangka Belitung, nyaris
tak berhenti memproduksi pesanan kue Lebaran yang akan dikirim ke berbagai kota di Indonesia.
Zulaikhah, 42, mengatakan momentum Ramadan dan Idul Fitri menjadi periode panen terbesar bagi usahanya. Saat musim Lebaran, ia mampu memproduksi sekitar 1,5 ton hingga 2 ton kue keringdengan melibatkan 20 hingga 30 pekerja, jauh lebih banyak dibanding hari biasa yang hanya sekitar tujuh orang.
“Kalau omzet lebaran meningkat sangat pesat dari kue kering dan kue basah. Ini peningkatannya bisa 17 kali lipat atau lebih dari 1.000% dari omzet bulanan kita yang biasa,” jelas Zulaikhah.
Usaha kue kering dan kue basah ini dirintis Zulaikhah sejak 2012 dengan modal awal seadanya yakni Rp25 juta. Selama 14 tahun perjalanan bisnisnya, ia mengaku mengalami fase naik turun sebelum akhirnya mampu memperluas pasar.
Dampak positif
Zulaikhah mengakui, setelah menjadi UMKM binaan PT Timah, dirinya merasakan banyak perkembangan positif. Sejak, tujuh hingga delapan tahun lalu, Zulaikhah mendapat berbagai dukungan mulai dari pinjaman modal, pelatihan pemasaran dan manajemen, hingga bantuan alat produksi seperti mixer. Ia juga rutin diajak mengikuti pameran dan bazar untuk memperluas jaringan pemasaran.
“Dari PT Timah kami sempat kemarin diajak bazaar ke Jakarta, di Bandung juga pernah. Jadi sekarang pun pembelinya juga datang dari berbagai kota di Indonesia,” tutur Zulaikhah.
Zulaikhah menyampaikan dukungan permodalan menjadi penopang utama dalam perkembangan usahanya, terutama menjelang Lebaran saat kebutuhan bahan baku melonjak. Ia berharap ada skema pembiayaan yang lebih fleksibel agar pelaku usaha kecil dapat menjaga arus produksi.
“UMKM ini memang butuh bantuan modal untuk produksi, apalagi sebelum Lebaran. Harapannya ke depan bisa ada tambahan plafon pinjaman supaya usaha kami bisa terus berkembang,” ujarnya.
Keberhasilan Zulaika Cake ini merupakan bukti semangat penciptaan nilai tambah yang diusung Grup MIND ID. Dalam konteks sosial, upaya menambah nilai tersebut tidak hanya tercermin pada industri hulu-hilir, tetapi juga pada penguatan UMKM binaan.
Melalui dukungan permodalan, pelatihan, dan akses pasar, UMKM binaan MIND ID diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas dampak sosial bagi masyarakat sekitar. (JB/Dar/Wid/03)














