PROGRAM BNI AGEN46 BANK SAMPAH INTEGRASIKAN EKONOMI SIRKULAR DAN INKLUSI KEUANGAN

PT Bank Negara Indonesia (BNI) memperkuat implementasi ekonomi sirkular sekaligus mendorong inklusi keuangan melalui Program BNI Agen46 Bank Sampah. (dok bni)

Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 18/2/2026). Program BNI Agen46 Bank Sampah tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Keberadaan Agen46 Bank Sampah juga turut memperluas jangkauan layanan keuangan BNI, khususnya bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki akses perbankan formal.

“Dengan program BNI Agen46 Bank Sampah, sampah bisa menjadi tabungan dan lingkungan menjadi lebih bersih serta nyaman. Program ini merupakan wujud komitmen BNI dalam mendukung keberlanjutan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dalam keterangan tertulis.

Selain itu, Program BNI Agen46 Bank Sampah juga memperkuat mplementasi ekonomi sirkular sekaligus mendorong inklusi keuangan. Program yang telah berjalan sejak 2017 ini memungkinkan masyarakat mengelola sampah anorganik menjadi tabungan melalui sistem perbankan digital.

Solusi konkret

Dikatakan Okki, inisiatif tersebut dirancang untuk menghadirkan solusi konkret atas persoalan sampah sekaligus membuka akses layanan keuangan formal bagi masyarakat.

“Sampah yang menumpuk dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Melalui Program BNI Agen46 Bank Sampah, kami menghadirkan solusi agar masyarakat bisa berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi,” ujar Okki.

Melalui skema ini, masyarakat diajak memilah dan menyetorkan sampah anorganik bernilai ekonomis seperti botol plastik, kardus, logam, hingga minyak jelantah. Sampah yang telah ditimbang kemudian dikonversi menjadi saldo tabungan di rekening BNI milik nasabah.

Proses konversi dilakukan secara real-time melalui sistem BNI Agen46 dengan menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC). Setelah tercatat sebagai saldo tabungan, sampah yang terkumpul akan dibeli oleh mitra pengepul untuk selanjutnya didaur ulang dan diolah kembali.

BNI menegaskan penguatan program ini sejalan dengan semangat Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari. Melalui integrasi ekonomi sirkular dan layanan keuangan digital, BNI berharap masyarakat semakin terdorong untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui akses keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (JB/03/Wid)