Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 10/2/2026). Sejak dioperasikan, LRT Jabodebek makin menjadi moda transportasi harian pilihan masyarakat khususnya untuk perjalanan kerja dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah pelanggan LRT Jabodebek.
Pada Januari 2026, LRT Jabodebek melayani 2.714.594 pelanggan, meningkat signifikan dibandingkan 2.146.859 pelanggan pada Januari 2025 dan 1.200.399 pelanggan pada Januari 2024.
Secara tahunan, pertumbuhan jumlah penumpang juga terlihat jelas. Sepanjang 2024, LRT Jabodebek melayani 21.055.870 pelanggan dan meningkat menjadi 28.816.787 pelanggan pada 2025. Pertumbuhan ini berjalan seiring dengan berkembangnya kawasan hunian, pusat perkantoran, serta aktivitas jasa yang membutuhkan konektivitas transportasi publik yang andal, terjadwal, dan berkelanjutan.
Distribusi pergerakan pelanggan pada stasiun-stasiun utama menunjukkan kontribusi LRT Jabodebek dalam membentuk keterhubungan kawasan. Kinerja LRT Jabodebek tersebut sejalan dengan dinamika mobilitas penduduk.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat peningkatan aktivitas perjalanan harian penduduk usia produktif di kawasan perkotaan, terutama untuk bekerja dan mengakses layanan ekonomi. Transportasi rel perkotaan menjadi elemen penting dalam menjaga keterhubungan kawasan, meningkatkan efisiensi perjalanan, serta mendukung pengurangan ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Dukung pengembangan kawasan
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan pelanggan LRT Jabodebek mencerminkan manfaat nyata layanan ini dalam mendukung pengembangan kawasan dan agenda pembangunan nasional.
“LRT Jabodebek dirancang untuk menghubungkan kawasan hunian, pusat aktivitas, dan simpul transportasi secara terintegrasi. Pertumbuhan pelanggan yang konsisten menunjukkan bahwa layanan ini semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Anne dalam keterangannya.
Ke depan, LRT Jabodebek diproyeksikan semakin berperan dalam mendukung mobilitas perkotaan seiring berkembangnya pusat-pusat aktivitas baru dan penguatan integrasi antarmoda.
“Dengan tren pertumbuhan yang terjaga sejak awal operasi, LRT Jabodebek menjadi bagian penting dari transformasi transportasi publik nasional menuju sistem yang lebih terhubung, adaptif, dan berkelanjutan,” ujae Anne. (JB/03/Wid)














