BNI DORONG KESADARAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KAWASAN PESISIR BALI

Aksi bersih Pantai Mertasari, Bali yang diigelar BNI, Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan sekitar 200 relawan dari unsur masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, serta perangkat Desa Sanur Kauh. (dok bni)

Jakarta, JaringBisnis (Senin, 9/2/2026). Melalui program BNI Go Green dan berbagai inisiatif keberlanjutan lainnya, PT Bank Negara Indonesia (BNI) terus mendorong kolaborasi dalam pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, serta pendampingan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir.

Komitmen BNI dalam mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan salah satunya diwujudkan melalui aksi bersih Pantai Mertasari, Bali. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026 tersebut melibatkan sekitar 200 relawan dari unsur masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, serta perangkat Desa Sanur Kauh.

Aksi bertajuk BERANI Bersih Pantai Mertasari ini menjadi bagian dari dukungan BNI terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan, sekaligus menyambut peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan pantai, tetapi juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Tantangan pengelolaan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Investasi jangka panjang

Menurut Okki, Bali memiliki peran strategis sebagai destinasi pariwisata nasional dan internasional, sehingga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir, harus dijaga secara konsisten. Upaya tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pariwisata dan perekonomian daerah.

“Menjaga bumi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Kebersihan kawasan pesisir merupakan bagian penting dalam menjaga citra dan daya saing pariwisata Bali,” lanjutnya.

Selain aksi bersih pantai, BNI juga menyalurkan bantuan sarana pengelolaan sampah kepada TPS3R Sekar Tanjung berupa mesin pencacah sampah dan mesin press plastik. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sampah serta mendorong nilai tambah ekonomi dari pengelolaan sampah berbasis komunitas.

“Komitmen BNI dalam menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan. Perseroan mendorong agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan,” tegas Okki.

Sebelumnya, pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo Subianto menyoroti permasalahan sampah yang mengotori pantai-pantai di Pulau Bali. Menurut Presiden, kondisi tersebut telah mencoreng citra pariwisata Indonesia. (JB/03/Wid)