PRESIDEN PRABOWO BERTEKAD TURUNKAN BIAYA IBADAH HAJI

Presiden Prabowo Subianto saat memberi sambutan pada acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Minggu (8/2/2026), yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur. (dok setneg)

Jakarta, JaringBisnis. (Minggu, 8/2/2026). Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan haji bagi masyarakat. Salah satunya dengan menargetkan penurunan biaya haji.

Hal tersebut dikatakan Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya pada acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Minggu (08/02/2026), yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur.

“Pelayanannya akan terbaik. Dan saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” tegasnya.

Biaya perjalanan haji di Indonesia dinilai masih terlalu tinggi. Walau demikian, untuk tahun ini pemerintah telah menurunkan biaya haji.

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 telah ditetapkan sebesar Rp87.409.366 per jemaah. Angka ini turun sekitar Rp2 juta dari BPIH 2025 yang sebesar Rp89.410.258. Dari BPIH tersebut, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang harus dibayarkan calon jemaah haji sebesar Rp54.194.366, turun sekitar Rp1,2 juta dari Rp55.431.750 pada 2025.

Kampung haji

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyampaikan proyek pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah, Arab Saudi. Menurut Presiden, pendirian kampung haji di Mekkah menjadi sebuah kehormatan bagi bangsa Indonesia dari Kerajaan Arab Saudi.

“Saya mau melaporkan di sini, di hadapan para ulama, di hadapan keluarga besar NU, bahwa Indonesia pertama kali kita mendapat kehormatan, mendapat hak untuk kita bisa memiliki lahan di Kota Suci di Mekkah,” ungkap Presiden Prabowo seperti dikutip setneg.go.id.

Rencana pembangunan kampung haji tersebut menjadi bagian dari sejarah hubungan bilateral Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi yang merupakan pertama kalinya bangsa lain memiliki tanah di Mekkah.

“Ini adalah pertama kali dalam sejarah bahwa pemerintah kerajaan Saudi mengizinkan bangsa lain memiliki tanah di Kota Suci Mekkah. Saudara-saudara sekalian, mereka mengubah undang-undang mereka khusus untuk memberi penghormatan kepada bangsa Indonesia,” jelas Presiden.

Kampung haji tersebut, lanjut Presiden, nantinya akan diperuntukkan untuk memfasilitasi warga Indonesia yang akan melaksanakan haji dan umroh. Hal ini menjadi upaya nyata pemerintah untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di sana.

Kepala Negara juga menargetkan dalam tiga tahun ke depan, kampung haji tersebut telah terbangun dengan baik.

“Baru nanti berapa bulan lagi saya kira kita sudah akan punya kurang lebih seribu, seribu kamar. Tapi terus akan kita bangun,” jelas Presiden. (JB/03/Wid)