FKDK BUDI LUHUR UNIVERSITY KUKUHKAN PROF. DR. DUDI ISKANDAR SEBAGAI GURU BESAR ILMU KOMUNIKASI MASSA

Prof. Dr. Dudi Iskandar, S.Ag., M.I.Kom. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Massa Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif (FKDK) Budi Luhur University. (ist)

Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 3/2/2026). Budi Luhur University mencatatkan capaian akademik penting melalui pengukuhan Prof. Dr. Dudi Iskandar, S.Ag., M.I.Kom sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Massa dan Prof. Dr. Umaimah Wahid, M.Si sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Politik Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif (FKDK).

Prosesi pengukuhan yang diselenggarakan Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif (FKDK) Budi Luhur University di Auditorium Grha Mahardika Bujana, Budi Luhur University, Selasa (3/2/2026).

Pengukuhan ini menegaskan komitmen Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif Budi Luhur University dalam memperkuat kontribusi akademisi terhadap isu-isu strategis komunikasi dan demokrasi. Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus penguat peran Budi Luhur University dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam pidato dan wawancaranya, Prof. Dudi menegaskan bahwa gelar Guru Besar bukanlah puncak perjalanan akademik, melainkan titik awal untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan ilmu komunikasi, khususnya di bidang jurnalisme dan komunikasi publik.

“Guru besar bukan akhir karier, justru awal untuk berkonstribusi lebih produktif. Pada tahap ini, seorang akademisi dituntut untuk menghadirkan pemikiran yang lebih konseptual, teoritis, dan berdampak luas bagi pengembangan ilmu maupun masyarakat,” ujar Prof. Dudi.

Sebagai akademisi yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia jurnalistik, Prof. Dudi menaruh perhatian besar pada upaya mengembalikan marwah jurnalisme sebagai informasi publik yang terverifikasi, terkonfirmasi, dan terklarifikasi. Menurutnya, derasnya
arus informasi di era digital menuntut jurnalisme untuk tetap berpijak pada nilai-nilai etik dan kepentingan publik.

“Jurnalisme sejatinya adalah informasi publik, bukan informasi pribadi. Ia hadir untuk membangun diskursus publik, mengawal kebijakan, serta memberikan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya

Riset dan kajian jurnalisme

Lebih lanjut, Prof. Dudi menekankan pentingnya literasi media di tengah masyarakat agar publik mampu membedakan antara jurnalisme dan informasi yang tidak melalui proses verifikasi. Hal ini dinilai krusial untuk mencegah penyebaran hoaks serta menjaga kualitas ruang publik di era media digital.

Pengukuhan Guru Besar ini juga diharapkan memberikan dampak strategis bagi Budi Luhur University Prof. Dudi menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan riset dan kajian jurnalisme yang berlandaskan nilai-nilai Kebudiluhuran, sekaligus mendorong Budi Luhur University menjadi pusat unggulan kajian jurnalisme dan komunikasi publik.

“Semakin banyak guru besar, semakin kuat pula kultur akademik sebuah universitas. Harapannya, Universitas Budi Luhur dapat terus tumbuh sebagai pusat keunggulan dalam kajian komunikasi, khususnya jurnalisme,” pungkasnya. (JB/03/Wid)