KEMENAG ALOKASIKAN RP1,6 TRILIUN UNTUK KIP KULIAH

UIN Jakarta. (ilustrasi/dok uin jakarta)

Jakarta, JaringBisnis (Senin, 19/1/2026). Kementerian Agama (Kemenag) pada 2026 mengalokasikan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) hingga mencapai Rp1,6 triliun bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Diharapkan PTKN mengalokasikan anggaran beasiswa bagi mahasiswa asing dan memberikan perhatian kepada warga sekitar kampus.

Hal itu disampaikan Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin saat memberikan arahan pada Koordinasi Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Jakarta, 13–15 Januari 2026. Acara ini diikuti para Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKN se-Indonesia.

Menurut Kamaruddin, beasiswa bagi mahasiswa asing menjadi langkah strategis dan akan berdampak besar bagi perguruan tinggi dan bangsa. “Kenapa banyak orang Indonesia kuliah di Universitas Al Azhar, karena disana kuliahnya gratis dengan beasiswa dan biaya hidup murah,” terang Kamaruddin seperti dikutip kemenag.go.id.

Selain beasiswa mahasiswa asing, Kamaruddin Amin juga menyinggung pentingnya perhatian civitas akademika PTKN menguatkan kehadirannya kepada masyarakat sekitar.

“Mungkin di sekitar kampus banyak keluarga yang kurang mampu, maka PTKN harus hadir memikirkan mereka, salah satunya dengan beasiswa. Perguruan Tinggi harus memberi dampak kepada masyarakat, di tengah kebutuhan masyarakat yang kian kompleks,” kata Kamaruddin.

Koordinasi

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Ruchman Basori menambahkan koordinasi KIP-K sangat penting untuk menata ulang penyelenggaraan KIP Kuliah, agar profesional, transparan dan akuntabel, karena nilainya mencapai Rp1,6 triliun.

“Para Direktur Pendidikan pada Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha bersama Wakil Rektor/Wakil Ketua III harus berkolaborasi menangani misi mulia memberikan kesempatan studi kepada mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu,” terang Ruchman.

Dari internal Puspenma, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Maria Ulfa, Ketua Tim Program Indonesia Pintar Dikdasmenag Tria Sendi Santoso, Ketua Tim Investasi Pendidikan, Kerjasama dan Riset Hendro Dwi Antoro, Ketua Tim KIP Kuliah, Organisasi Kemahasiswaan dan Pemberdayaan Alumni Amiruddin Kuba, dan para staf Puspenma. (JB/03/Wid)