BANTU PENANGANAN DARURAT BANJIR DI ACEH UTARA, PMI DKI KIRIM 110 KANTONG DARAH

Sabtu (29/11/2025), Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi DKI Jakarta mengirimkan 110 kantong darah untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah Aceh Utara yang terkena bencana banjir. (ist)

Jakarta, JaringBisnis. Palang Merah Indonesia (PMI) memastikan ketersediaan darah bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Utara melalui pengiriman stok darah dari luar daerah.

Sabtu (29/11/2025), Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi DKI Jakarta mengirimkan 110 kantong darah untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. 110 kantong darah yang dikirimkan terdiri dari 50 kantong PRC golongan darah A, 50 kantong PRC golongan darah B, dan 10 kantong PRC golongan darah O.

Pengiriman ini merupakan inisiatif UDD PMI yang tergabung dalam Regional 1 PMI (wilayah Sumatera, Banten, dan DKI Jakarta) sebagai wujud kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Pengiriman darah ini dilakukan setelah kami menerima permintaan dari Kepala UDD PMI Aceh Utara, dr. Nadya Amris. Setelah berkoordinasi, kami segera menghimpun stok yang dibutuhkan dan memastikan dapat diberangkatkan pada kesempatan pertama melalui jalur udara menuju Aceh,” ujar dr. Ni Ken Ritchie, Kepala UDD PMI Provinsi DKI Jakarta dalam keterangannya.

Bantuan darah diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat Hercules hari ini dan tiba di Bandara Iskandar Muda di hari yang sama. Selanjutnya bantuan darah ini akan diteruskan ke Lhokseumawe menggunakan helikopter pada Minggu pagi (30/11).

‘Agar kualitas darah terjaga, bantuan darah ini akan dibawa terlebih dulu ke UDD PMI di Banda Aceh, lalu pada Minggu pagi akan diberangkatkan dari Bandara Iskandar Muda menuju Lhokseumawe,” jelas dr. Ni Ken Ritchie.

Pengiriman ini terlaksana berkat dukungan dan sinergi antara PMI Pusat, BNPB, dan TNI Angkatan Udara. Kolaborasi lintas lembaga diharapkan dapat memastikan darah dari pendonor di DKI Jakarta tiba di Aceh Utara dengan aman, tepat waktu, dan tetap terjaga mutunya. (JB/03/Wid)