Live News

28.3°C
  • Jakarta
September 11, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiMENKEU OPTIMISTIS PERTUMBUHAN EKONOMI 8 PERSEN BISA LEBIH CEPAT DICAPAI

MENKEU OPTIMISTIS PERTUMBUHAN EKONOMI 8 PERSEN BISA LEBIH CEPAT DICAPAI

Jakarta, JaringBisnis. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keyakinannya bahwa pemerintah memiliki peluang nyata untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen dalam beberapa tahun mendatang. Sejalan dengan arahan Presiden, target tersebut menjadi awal yang penting bagi Indonesia untuk menapaki level menjadi negara maju.

“Waktu Pak Prabowo (Subianto) mencanangkan laju pertumbuhan ekonomi 8 persen, banyak orang yang skeptis. Anggapannya tidak mungkin terjadi. Kalau saya malah senang. 8 persen ini a good start,” ungkap Menkeu dalam Launching Bloomberg Businessweek Indonesia di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Meski demikian, Purbaya mengakui untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan hal yang mudah. Menurutnya, dibutuhkan kemampuan Pemerintah untuk memahami ilmu dan dinamika kebijakan yang tepat, sebagaimana tercermin dalam konsep Sumitronomics yang menekankan tiga pilar pembangunan ekonomi Indonesia yakni konsep pertumbuhan tinggi harus berjalan beriringan dengan pemerataan manfaat pembangunan dan stabilitas nasional.

BACA JUGA  BALAP F1 GP SAO PAOLO, LANDO NORRIS START TERDEPAN DI SPRINT RACE

Strategi teknis

Untuk mempercepat laju perekonomian, pemerintah telah menjalankan strategi teknis berupa penempatan dana ke Bank Himbara. Pada September lalu, sebesar Rp200 triliun disalurkan ke perbankan untuk mempercepat penyaluran kredit, kemudian ditambah Rp76 triliun pada tahap berikutnya. Langkah ini bertujuan untuk menstimulasi aktivitas ekonomi.

Kebijakan penempatan dana hanya satu bagian dari rumus percepatan ekonomi. Menkeu mengatakan, elemen terpenting lainnya adalah pembentukan ekspektasi positif di masyarakat dan dunia usaha.

“Kalau Anda menciptakan ekspektasi positif, maka ada kemungkinan besar ekonominya akan positif tumbuhnya. Kenapa? Pada waktu ada ekspektasi positif, orang berpikir ekonomi akan tumbuh, businessman berani melakukan ekspansi bisnis,” kata Menkeu seperti dikutip kemenkeu.go.id.

Kebijakan fiskal, moneter dan riil sektor akan digunakan secara terpadu untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi. Ditambah dengan perbaikan iklim investasi, Menkeu optimistis target pertumbuhan 8 persen akan lebih cepat tercapai.

BACA JUGA  KONSISTEN TERAPKAN KEBIJAKAN RAMAH LINGKUNGAN, BNI HEMAT ENERGI HINGGA 559 RIBU GIGA JOULE SEPANJANG 2025

“Momentum pertumbuhan ini akan dijaga terus ke depan. Ke depan kita akan jalankan mesin fiskal, mesin moneter, dan private sector,” tegas Purbaya. (JB/03/Wid)

Related Post