10 PEMBALAP MUDA BERTALENTA TERPILIH JADI SISWA AHRS 2026

10 pembalap muda potensial dari berbagai daerah di Indonesia terpilih menjadi siswa program Astra Honda Racing School (AHRS) 2026 setelah lolos seleksi ketat yang berlangsung Minggu (15/2/2026) di Astra Honda Safety Riding & Training Center (AHM SRTC) Deltamas, Jawa Barat. (dok ahm)

Jakarta, JaringBisnis (Minggu, 15/2/2026). PT Astra Honda Motor (AHM) menegaskan komitmen mendukung pembinaan para pembalap muda berbakat. Melalui program Astra Honda Racing School (AHRS), AHM kembali melahirkan talenta muda olahraga balap motor untuk membawa nama harum Indonesia di ajang internasional.

Tahun ini, program AHRS akan diikuti 10 pembalap muda potensial dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui seleksi yang ketat di Astra Honda Safety Riding & Training Center (AHM SRTC) Deltamas, Jawa Barat pada 15 Februari 2026, ke-10 pembalap muda berbakat tersebut resmi terpilih menjadi siswa AHRS 2026. Para pebalap muda potensial tersebut siap menapaki jalur pembinaan menuju level balap yang lebih tinggi.

Ke-10 pembalap muda yang terpilih adalah M Hagy Agasi (Jawa Barat), Hiroshi Eka Putra Jaya Wisesa (Yogyakarta), Mikhail Zafran Almi (Nusa Tenggara Barat), Andrea Dovi Mega Bustomi (Jakarta), M Gibran Lalae (Jawa Barat), Gandewa Abimanyu (Yogyakarta), Anindya Baskoro Setiawan (Yogyakarta), Omar Asyfaq (Jawa Tengah), Edrin Ahza Hartge (Yogyakarta), dan Daffa Ikhwanul Dzakwan (Jawa Tengah).

General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor, Andy Wijaya menegaskan bahwa AHRS merupakan fondasi penting dalam pembinaan balap berjenjang AHM yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.

“AHRS menjadi pijakan awal bagi lahirnya pebalap-pebalap Indonesia yang tangguh secara teknik, mental, dan fisik. Melalui penguatan program latihan di sirkuit permanen seperti Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, kami ingin memberikan pengalaman balap yang lebih utuh agar para siswa semakin siap menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi dan membawa nama Indonesia dengan penuh kebanggaan,” ujar Andy.

Seleksi bertahap

Proses seleksi AHRS 2026 diikuti dengan antusias tinggi oleh para anak muda pecinta balap. Tercatat puluhan calon pembalap muda mendaftarkan diri pada tahap awal. Para peserta yang berusia sekitar 10–14 tahun ini diuji secara menyeluruh untuk melihat potensi terbaik yang dimiliki.

Seleksi dilakukan secara bertahap dengan penilaian komprehensif terhadap berbagai aspek teknik balap, mulai dari riding position, braking, racing line, cornering, body movement, hingga spatial awareness. Selain kemampuan teknis, konsistensi performa, daya tahan fisik, serta kemampuan adaptasi terhadap lintasan baru juga menjadi indikator penting dalam proses penilaian. Setelah melalui tahapan seleksi tersebut, terpilih 10 pebalap terbaik yang dinilai memiliki potensi kuat untuk dikembangkan melalui pembinaan AHRS.

Pembaharuan pola pelatihan

Program AHRS 2025 hadir dengan pembaruan signifikan pada pola pelatihan. Tidak hanya berpusat di AHM SRTC Deltamas, para siswa juga akan menjalani program latihan di sirkuit permanen, salah satunya adalah Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Langkah ini dilakukan untuk memberikan pengalaman atmosfer balap yang lebih nyata sekaligus mengasah kemampuan high speed dan cornering, sebagai bekal penting menghadapi persaingan di ajang balap tingkat nasional hingga internasional.

Selain latihan teknis di lintasan, siswa AHRS juga dibekali pengetahuan dasar balap yang komprehensif, mencakup manajemen balap, komunikasi dengan tim, hingga pembentukan karakter sebagai atlet profesional. Dalam aktivitas latihan harian, para siswa menggunakan NSF100 yang dipadukan dengan CBR150R dan CRF150R untuk melatih kontrol kecepatan dan penguasaan motor. Seluruh program latihan didampingi oleh instruktur serta pelatih balap nasional berpengalaman.

Sebagai bagian dari pembinaan menyeluruh, AHRS juga menggelar program camp yang dirancang untuk memperkuat fisik, mental, dan daya juang para siswa. Berbagai aktivitas seperti latihan fisik terstruktur, flat track, hingga simulasi kompetisi melalui ajang balap turut menjadi bagian penting dalam membentuk mentalitas pebalap sejak usia dini. Pola latihan fisik yang diterapkan mengadopsi standar pelatihan pebalap kelas dunia dengan pendampingan trainer profesional.

Sejak pertama kali digelar pada 2010, AHRS telah melahirkan ratusan pembalap yang kini berkiprah di berbagai kejuaraan balap nasional, Asia, hingga dunia seperti Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang saat ini berkompetisi di MotoGP. Melalui AHRS, AHM terus memperkuat perannya sebagai pilar pembinaan balap motor terbaik di Indonesia. (JB/03/Wid)