Live News

28.3°C
  • Jakarta
August 14, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogHumanioraLingkunganEDRR INDONESIA 2026 DORONG KOLABORASI PENANGANAN BENCANA

EDRR INDONESIA 2026 DORONG KOLABORASI PENANGANAN BENCANA

Jakarta, JaringBisnis (Kamis, 13/8/2026). Pameran bidang mitigasi bencana, penyelamatan, dan peralatan darurat, Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Indonesia 2026 tidak hanya menampilkan inovasi dan peralatan tanggap darurat. Pameran yang berlangsung 12-14 Agustus 2026 di Hall D, JIExpo Kemayoran, Jakarta ini juga menghadirkan rangkaian konferensi, seminar teknis, pelatihan, hingga business matching.

Beragam program tersebut dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas tanggap darurat nasional sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan mitra internasional.

Project Director Seven Event, Sri Vista Limbong mengatakan EDRR Indonesia 2026 dirancang bukan sekadar sebagai ajang pameran teknologi dan produk kebencanaan. Ajang ini juga sebagai ruang kolaborasi lintas sektor.

“EDRR Indonesia 2026 tidak hanya menjadi wadah untuk memamerkan inovasi dan teknologi terkini, tetapi juga hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang inklusif. Melalui rangkaian konferensi, seminar, dan workshop selama tiga hari, kami ingin menghubungkan para pelaku industri, pemerintah, akademisi, hingga mitra internasional untuk saling bertukar pengetahuan, menyelaraskan standar keselamatan, dan membangun kerja sama nyata demi memperkuat ketahanan bencana di Indonesia,” ujar Vista dalam keterangannya.

Pada hari pertama, agenda EDRR Indonesia 2026 membahas arah kebijakan riset nasional dan inovasi transisi energi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian Perindustrian.

Selain itu, digelar Seminar Keselamatan Kerja (iSafety) dengan tema Building Disaster-Resilient Workplaces. Agenda hari pertama juga mencakup penandatanganan kerja sama perdagangan luar negeri (Foreign Trade Cooperation Signing) dengan sejumlah produsen energi hijau dan kendaraan darurat.

BACA JUGA  PERTAMINA SAlURKAN BANTUAN BAGI KORBAN ERUPSI GUNUNG SEMERU

Pembahasan teknis mengenai rantai pasok kendaraan listrik, sumber daya darurat, serta regulasi investasi lintas negara juga dihadirkan melalui sesi bersama TC Group dan Bank of China.

Sedangkan di hari kedua agenda difokuskan pada penguatan Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD) dan pemanfaatan teknologi dalam penanggulangan kebakaran.

Sejumlah topik yang dibahas meliputi pemanfaatan Impact-Based Forecast dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam sistem peringatan dini nasional, pemantauan berbagai ancaman bencana, penyebaran informasi darurat melalui jaringan seluler (cell broadcast), serta komunikasi risiko.

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan big data dalam mitigasi bencana turut menjadi bagian dari pembahasan. Selain itu, dibahas pula kesiapsiagaan masyarakat yang inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas dan anak-anak.

Pada hari yang sama, digelar Sesi Khusus Kerja Sama Industri Medis G60 Indonesia–Tiongkok. Agenda tersebut mencakup peresmian komite ekspor, fasilitas produksi bersama (shared manufacturing base), serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Forum Pemadam Kebakaran Cerdas & Keselamatan Industri juga menjadi salah satu agenda utama. Forum tersebut membahas pengadaan alat keselamatan secara digital, standar pelayanan pemadam kebakaran, penanganan risiko kebakaran baterai kendaraan listrik, serta pemanfaatan drone untuk penanganan kebakaran di gedung tinggi dan kawasan hutan.

Teknologi sensor pintar dan AI untuk mendeteksi serta mencegah potensi kebakaran juga menjadi bagian dari pembahasan.

BACA JUGA  INDONESIA RAWAN GEMPA, BMKG: KESIAPSIAGAN HADAPI BENCANA HARUS JADI KESADARAN KOLEKTIF

Di hari terakhir, agenda EDRR Indonesia 2026 akan difokuskan pada aksi kemanusiaan, keselamatan wilayah laut, serta pelatihan praktis. Bekerja sama dengan UN-OCHA, pameran ini akan menggelar peringatan Hari Kemanusiaan Dunia (World Humanitarian Day).

Selain itu, tersedia pelatihan basic life support dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan serta pelatihan resusitasi jantung paru (CPR) bekerja sama dengan MER-C Indonesia.

Di panggung utama, Forum Sinergi Darurat Maritim dan Kepulauan akan membahas berbagai isu keselamatan dan penyelamatan di wilayah kepulauan. Topik yang diangkat antara lain pembaruan sistem pencarian dan pertolongan (SAR) nasional, regulasi ruang udara bagi drone pengangkut logistik darurat ke pulau-pulau terluar, teknologi kapal penyelamat, serta pemanfaatan energi ramah lingkungan untuk transportasi laut.

Perluas kerja sama

Selain konferensi dan forum diskusi, EDRR Indonesia 2026 juga menghadirkan program Business Matching yang berlangsung selama tiga hari pameran.

Program tersebut mempertemukan penyedia teknologi, produsen peralatan keselamatan, instansi pemerintah, serta pelaku industri kebencanaan dari dalam dan luar negeri.

Melalui pertemuan bisnis tersebut, para peserta dapat menjajaki peluang kerja sama di bidang investasi, alih teknologi, hingga pengadaan solusi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas tanggap darurat.

Rangkaian program tersebut menjadikan EDRR Indonesia 2026 tidak hanya sebagai etalase teknologi kebencanaan, tetapi juga sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan pembentukan kemitraan untuk mendukung penguatan ekosistem penanggulangan bencana di Indonesia. (JB/03/Wid)

#bencana alam  #pameran

Share:

Related Post