Live News

28.3°C
  • Jakarta
August 14, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisBursa & PerbankanHINGGA JUNI 2026, PEMBIAYAAN BSI OTO CAPAI RP6,7 TRILIUN

HINGGA JUNI 2026, PEMBIAYAAN BSI OTO CAPAI RP6,7 TRILIUN

Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 14/8/2026). Peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) oleh Presiden Prabowo Subianto kemarin menjadi langkah strategis pemerintah dalam mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi. PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menyambut baik upaya pemerintah tersebut melalui kontribusi aktif dalam mendorong penguatan industri otomotif nasional, salah satunya dengan menyediakan pembiayaan kendaraan yang sesuai prinsip syariah, termasuk kendaraan ramah lingkungan.

Komitmen tersebut tercermin dari pertumbuhan BSI OTO yang terus menunjukkan kinerja positif. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan BSI OTO mencapai sekira Rp6,7 triliun, meningkat 12,40% secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan berbasis syariah masih kuat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

“Pertumbuhan pembiayaan BSI OTO menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan tetap kuat dengan disertai pertimbangan yang matang dalam memilih skema pembiayaan. BSI berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan kendaraan yang sesuai prinsip syariah sekaligus mendukung perkembangan industri otomotif nasional dan transisi menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy dalam keterangannya.

BACA JUGA  BSI DAN HOKBEN BERBAGI KEBAHAGIAAN RAMADAN BERSAMA 4.500 ANAK YATIM

Pertumbuhan tersebut juga didukung penguatan transformasi digital BSI. Melalui BYOND by BSI, layanan digital semakin lengkap dan dapat mengakomodasi kebutuhan nasabah, termasuk akses pengajuan pembiayaan kendaraan. Digitalisasi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan pembiayaan secara lebih praktis, sekaligus memperkuat pengalaman nasabah dalam mengakses berbagai solusi finansial BSI.

Selain kebutuhan mobilitas, pertumbuhan pembiayaan kendaraan turut ditopang sejumlah faktor. Misalnya kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan adopsi Electric Vehicle (EV), meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, serta semakin beragamnya pilihan kendaraan di pasar.

Program pembiayaan kompetitif

Dari sisi BSI, pertumbuhan tersebut juga didukung berbagai program pembiayaan yang kompetitif dan sesuai kebutuhan nasabah. Termasuk skema angsuran tetap hingga lunas yang memberikan kepastian cicilan selama masa pembiayaan sehingga nasabah dapat mengatur arus kas bulanan secara lebih nyaman dan terencana.

BACA JUGA  BISNIS BANK EMAS BSI TEMBUS 1 JUTA TON

BSI juga terus memperluas kolaborasi dengan dealer dan mitra strategis untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan kendaraan bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, termasuk kegiatan literasi dan gathering di sejumlah kota besar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BSI memperluas pemahaman masyarakat mengenai pembiayaan kendaraan berbasis syariah sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan otomotif nasional.

Menurut Erwan, dengan fundamental bisnis yang kuat, pertumbuhan pembiayaan yang positif, serta dukungan ekosistem pembiayaan yang semakin luas, BSI optimistis pembiayaan kendaraan akan terus menjadi salah satu motor pertumbuhan pembiayaan konsumer perseroan sepanjang 2026.

“BSI akan terus memperkuat inovasi produk, digitalisasi layanan, dan kolaborasi dengan berbagai mitra untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan dan penguatan industri otomotif nasional,” ujar Erwan. (JB/03/Wid)

#bank syariah indonesia  #otomotif

Related Post