Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 2/10/2026). PT Bank Tabungan Negara (BTN) menyiapkan pembiayaan sebesar Rp3 triliun untuk memperkuat ekosistem pangan BUMN Holding Pangan ID FOOD. BTN juga memperluas peran sebagai transactional banking partner ID FOOD dengan berbagayi layanan mulai transaksi, pembayaran, hingga kebutuhan finansial mitra usaha.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BTN dan ID FOOD terkait pemanfaatan jasa dan layanan perbankan serta pengembangan ekosistem pangan di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Melalui kerja sama ini, dukungan BTN diperluas dari pembiayaan ke layanan transaksi yang menjangkau rantai ekosistem pangan ID FOOD.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, ID FOOD memiliki posisi strategis sebagai Holding BUMN Pangan. Perannya tidak hanya mencakup produksi. ID FOOD juga sebagai offtaker hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Termasuk mendukung proses pengolahan, perdagangan, hingga distribusi pangan.
“ID FOOD memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai pelaku ekonomi. Mulai dari petani, peternak, nelayan, supplier, distributor, merchant UMKM, hingga konsumen,” kata Nixon dalam siaran pers BTN.
Peran tersebut semakin penting karena sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi 13,10% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Sektor tersebut menjadi salah satu bagian utama dalam struktur perekonomian nasional.
Nixon memastikan, BTN ingin ikut memperkuat ekosistem strategis tersebut agar semakin efisien, connected, dan scalable. Kerja sama dengan ID FOOD pun tidak lagi diarahkan hanya pada penyediaan kredit.
“BTN ingin melangkah lebih jauh, dari sekadar financing partner menjadi transactional banking partner yang hadir dalam aktivitas bisnis ID FOOD. Peran tersebut mencakup layanan collection, payment, liquidity management, hingga trade transaction. Termasuk kebutuhan finansial pegawai dan mitra ID FOOD,” terang Nixon.
Pengembangan Warung Pangan
‘
Salah satu potensi yang tengah dilirik adalah pengembangan Warung Pangan. BTN siap mendukung ekosistem ini. Mulai dari payment dan collection, transaksi supplier, hingga kebutuhan finansial mitra Warung Pangan. Termasuk potensi pembiayaan bagi pelaku usaha di dalam ekosistem.
“BTN ingin terhubung dalam seluruh transaction flow ID FOOD. Dari supplier, distributor atau mitra, Warung Pangan, hingga konsumen,” ungkapnya
Keterhubungan tersebut bukan hanya menyangkut nilai transaksi. Namun juga upaya membangun rantai distribusi pangan yang semakin terintegrasi. Sehingga, semakin efisien, inklusif, dan terhubung.
Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan, perluasan kerja sama dengan BTN menjadi landasan untuk mendukung kebutuhan bisnis dan transaksi di lingkungan ID FOOD Group.
“Langkah ini menandai kelanjutan kolaborasi ID FOOD dan BTN, sekaligus memperluas ruang kerja sama yang sebelumnya telah berjalan pada sejumlah aktivitas bisnis pangan,” ujarnya.
Dukungan pembiayaan dari BTN akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai aktivitas bisnis pangan ID FOOD Group. Termasuk untuk kebutuhan modal kerja dan pembiayaan pelaksanaan offtake komoditas pangan strategis.
“Dukungan pembiayaan ini penting bagi kami untuk memperkuat kemampuan offtake terhadap komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng serta komoditas pangan lainnya. Melalui penguatan kemampuan serap tersebut, ID FOOD dapat berkontribusi dalam menjaga kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga pangan,” jelasnya. (JB/03/Wid)


