Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 29/7/2026). PT Bank Tabungan Negara (BTN) bersama entitas anaknya, PT Bank Syariah Nasional (BSN) mendominasi penyaluran rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga Juni 2026, BTN dan BSN telah menyalurkan 67.518 unit rumah.
Dari jumlah tersebut, BTN menyalurkan 44.388 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sementara BSN 23.130. Secara gabungan, penyaluran BTN dan BSN setara dengan hampir 74% dari realisasi FLPP nasional yang mencapai 91.531 MBR hingga 30 Juni 2026.
“BTN dan BSN menyalurkan hampir 74% dari seluruh pembiayaan FLPP nasional hingga akhir Juni 2026. Capaian ini menunjukkan kuatnya kapasitas, jaringan, dan pengalaman kami dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah pertama, baik melalui skema konvensional maupun syariah,” ujar Direktur Utama BTN Nixon L P Napitupulu dalam keterangannya.
BP Tapera dalam siaran pers resminya menyebut sebanyak 91.531 MBR telah menerima manfaat FLPP hingga 30 Juni 2026. Jumlah penerima manfaat tersebut meningkat menjadi 107.410 MBR per 21 Juli 2026.
Menurut Nixon, pertumbuhan jumlah penerima manfaat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap rumah layak dan terjangkau masih sangat besar. Karena itu, peningkatan penyaluran pembiayaan harus dibarengi dengan kesiapan rumah, kualitas bangunan, ketepatan sasaran, dan tingkat keterhunian.
“Besarnya volume pembiayaan harus selalu diikuti kualitas rumah dan ketepatan penerima manfaat. Rumah subsidi harus benar-benar menjadi rumah pertama yang layak, siap dihuni, dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menempatinya,” katanya.
Apresiasi Tapera
Berdasarkan siaran pers resmi BP Tapera mengenai Evaluasi Kinerja Bank Penyalur Pembiayaan Tapera Periode I dan Pembiayaan FLPP Kuartal II/2026, BTN dan BSN memperoleh sejumlah apresiasi. BTN meraih peringkat I kategori Penyaluran Pembiayaan FLPP Terbanyak, diikuti BSN pada peringkat II.
Nixon mengatakan posisi BTN dan BSN pada dua peringkat teratas menunjukkan besarnya peran pembiayaan konvensional dan syariah dalam memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi.
Selain unggul dalam penyaluran FLPP Kuartal II/2026, BTN juga meraih peringkat I kategori Penyaluran Pembiayaan Tapera Terbanyak Periode Tahun 2021–2025 dengan capaian sebanyak 12.637 peserta.
Pada kategori yang sama, BSN menempati peringkat II dengan capaian 2.811 peserta, sedangkan BRI berada pada peringkat III dengan capaian 2.347 peserta. Nixon menilai, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa peran BTN dalam pembiayaan perumahan tidak hanya tercermin dari pencapaian satu periode, tetapi juga dari konsistensi penyaluran dalam jangka panjang.
“Peringkat pertama untuk penyaluran Pembiayaan Tapera periode 2021–2025 menjadi bukti bahwa peran BTN dibangun melalui konsistensi. Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus memperkuat layanan dan menjaga kualitas pembiayaan perumahan,” ujar Nixon seperti dikutip btn.co.id.
BSN juga menerima apresiasi dalam kategori Bank Penyalur dengan Jumlah Pelaporan akuHUNI Terbanyak dan Tingkat Validasi e-Monev di atas 90%. Berdasarkan data BP Tapera, BSN mencatat pelaporan akuHUNI sebanyak 3.381 MBR dengan tingkat validasi e-Monev sebesar 92,58%.
Menurut Nixon, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa penyaluran pembiayaan perlu ditopang oleh pelaporan dan pemantauan yang akurat untuk memastikan rumah benar-benar diterima dan dihuni oleh masyarakat yang berhak.
“Penyaluran bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibiayai, tetapi juga bagaimana pembiayaan tersebut dipantau setelah akad. Pelaporan dan validasi menjadi bagian penting untuk menjaga akuntabilitas program rumah subsidi,” katanya.
Perluas peran
Lebih jauh, Nixon mengungkapkan, BTN terus memperluas peran dalam ekosistem perumahan. Tidak hanya membiayai masyarakat sebagai pembeli rumah, BTN juga memperkuat pembiayaan kepada pelaku usaha di sisi pasokan.
Menurut Nixon, penguatan pembiayaan dari sisi permintaan dan pasokan diperlukan agar tingginya kebutuhan KPR dapat diimbangi dengan ketersediaan rumah yang memadai.
“Kami bergerak dari dua sisi sekaligus. Kami memperluas akses masyarakat terhadap KPR sekaligus mendukung pengembang dan pelaku usaha dalam menyediakan lebih banyak hunian. Dengan demikian, pertumbuhan pembiayaan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan pasokan rumah,” ujarnya.
BTN juga terus melakukan transformasi proses kredit dan layanan agar pembiayaan dapat diproses secara lebih cepat, mudah, dan efisien, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian serta tata kelola yang baik.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar menjadi penyalur terbesar, tetapi memastikan semakin banyak keluarga Indonesia memiliki dan menghuni rumah yang layak. Itulah tanggung jawab yang terus kami jalankan bersama BSN,” pungkas Nixon. (JB/03/Wid)


