Live News

28.3°C
  • Jakarta
August 17, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiTUMBUH 7,1%, INVESTASI TRIWULAN II 2026 CAPAI RP511,8 TRILIUN

TUMBUH 7,1%, INVESTASI TRIWULAN II 2026 CAPAI RP511,8 TRILIUN

Jakarta, JaringBisnis (Kamis, 16/7/2026). Realisasi investasi pada triwulan II 2026 mencapai Rp511,8 triliun. Capaian tersebut tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan setara dengan 25,1 persen dari total target investasi nasional 2026.

Rosan menuturkan, para investor melihat investasi di Indonesia terus berkembang dengan baik dan memberikan imbal hasil positif. Pemerintah, lanjutnya, juga terus menjaga dan meningkatkan iklim investasi melalui kebijakan yang memberikan kepastian bagi dunia usaha.

“Kita juga selalu menjaga dan meningkatkan iklim, terutama iklim investasi dengan kebijakan-kebijakan yang makin baik, dan ini juga direspons positif oleh para investor, terutama juga dengan adanya peraturan pemerintah yang lebih memberikan kepastian atau certainty dari terutama segi perizinan dan juga license dan permit,” lanjutnya seperti dikutip setneg.go.id.

Pada triwulan II 2026, realisasi investasi sebesar Rp511,8 triliun tersebut menyerap 742.293 tenaga kerja atau meningkat 5,1 persen. Dari sisi sumber investasi, komposisi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) relatif seimbang, yakni PMDN sebesar 49,6 persen dan PMA sebesar 50,4 persen.

BACA JUGA  EASTSPRING INVESTMENTS INDONESIA ANGKAT SULYSTARI SEBAGAI PRESDIR

Merata

Dari sisi sebaran wilayah, Rosan menyampaikan bahwa kontribusi investasi di Jawa dan luar Jawa juga relatif berimbang. Pemerintah berharap pemerataan tersebut dapat terus berkembang sehingga potensi-potensi investasi di berbagai daerah dapat semakin tergarap.

“Kontribusinya, Jawa-luar Jawa kelihatannya hampir sama. Kalau kita lihat di triwulan kedua ini, walaupun luar Jawa masih meningkat lebih sedikit. Dan kita harapkan pemerataan ini juga makin terus berkembang untuk melihat potensi-potensi lainnya,” ujarnya.

Dari sisi PMA, jelas Rosan, Maluku Utara mencatat peningkatan yang cukup tajam dan menempati posisi pertama pada triwulan II 2026. Maluku Utara mencatat realisasi PMA sebesar Rp39,5 triliun, diikuti DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur.

BACA JUGA  PRESIDEN PRABOWO RESMIKAN PABRIK PETROKIMIA TERBESAR SE-ASIA TENGGARA DI CILEGON

Sementara itu, dari sisi PMDN, DKI Jakarta masih menjadi yang terbesar dengan nilai investasi Rp58,6 triliun, disusul Jawa Barat sebesar Rp26,9 triliun dan Jawa Timur sebesar Rp26,8 triliun. Lima besar subsektor realisasi investasi pada triwulan II 2026 dipimpin oleh industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatan sebesar Rp81 triliun atau 15,8 persen.

Selanjutnya, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi mencapai Rp57,3 triliun; pertambangan sebesar Rp53,1 triliun; jasa lainnya sebesar 9,7 persen; serta perdagangan dan reparasi sebesar Rp40,8 triliun.

Rosan juga menyampaikan adanya pergeseran negara asal investasi pada triwulan II 2026. Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, Hong Kong menempati posisi pertama sebagai sumber investasi terbesar di Indonesia pada kuartal tersebut. (JB/03/Wid)

perekonomian

Tags:
Share:

Related Post