Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 7/11/2026). Pertamina UMK Academy merupakan program inkubasi usaha membantu usaha lokal bertumbuh, meningkatkan kapabilitas, kualitas serta daya saing. Program ini juga memberikan eksposure yang lebih luas agar usaha mereka semakin dikenal dan jangkauan pemasaran bertambah luas.
“Melalui Pertamina UMK Academy, kami ingin memastikan UMKM memiliki kapabilitas dan kualitas yang semakin baik, tidak hanya untuk produk namun juga untuk manajemen bisnisnya. Pelatihan yang diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha agar produk-produk unggulan daerah dapat berkembang dan bersaing hingga tingkat nasional,” ujar Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto dalam keterangannya.
Program Pertamina UMK Academy dikemas dengan kurikulum pembinaan yang komprehensif melalui berbagai kegiatan yang mendorong UMK tumbuh dan berkembang, sebagai fondasi bisnis yang kuat dan berkelanjutan.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menambahkan, penguatan UMKM menjadi bagian dari kontribusi Pertamina dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan kapasitas usaha yang semakin meningkat, UMK diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, sekaligus menciptakan kesempatan kerja baru.
“Kami berharap UMK mitra Pertamina tidak hanya tumbuh dari sisi omzet dan kualitas produk, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi di daerahnya. Ketika UMK berkembang, peluang untuk membuka lapangan pekerjaan baru dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat juga semakin besar,” jelas Baron.
Melalui pembinaan berkelanjutan tersebut, Pertamina berharap UMKM lokal yang naik kelas, memiliki daya saing lebih kuat dan berkintribusi bagi ekonomi nasional.
857 UMK ke Tahap Nasional
Pada Pertamina UMK Academy 2026, 857 usaha mikro dan kecil binaan Pertamina yanglolos ke tahap nasional. Mereka terpilih setelah melewati rangkaian pembinaan tahap regional sejak September 2026. Kelulusan UMK di tahap nasional dinilai berdasarkan keaktifan mengikuti pelatihan, webinar, pendampingan, pameran, coaching, hingga perkembangan usaha selama program berlangsung.
Dari 857 UMK yang lolos, Jawa Tengah-DIY menjadi wilayah dengan peserta terbanyak yakni 135 UMK dari 211 peserta. Disusul Jawa Timur dengan 129 UMK dari 215 peserta. Sementara itu, Bali-Nusa Tenggara mencatat persentase kelulusan yang cukup tinggi, mencapai 60,9 persen.
Dilihat dari sektor usaha, kuliner atau makanan dan minuman masih menjadi andalan dengan 483 UMK atau 56,4 persen dari total peserta yang lolos. Berikutnya, sektor fesyen dan wastra sebanyak 169 UMK (19,7 persen), serta kerajinan dan perhiasan sebanyak 159 UMK (18,6 persen).
Peserta lainnya berasal dari sektor agribisnis sebanyak 21 UMK, kesehatan, kecantikan dan perawatan rumah tangga sebanyak 17 UMK, serta jasa dan perdagangan umum sebanyak 8 UMK.
Memasuki tahap nasional yang berlangsung hingga Desember 2026, para peserta Pertamina UMK Academy 2026 akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut melalui penilaian enam aspek. Keenam aspek tersebut adalah pemasaran dan pasar, keuangan, operasional dan sumber daya manusia, legalitas, digitalisasi, serta uji pasar dan produk.
Hasil penilaian tersebut menjadi dasar pengelompokan peserta ke dalam empat kelas pembinaan, yakni Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Dengan demikian, materi dan pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kesiapan masing-masing usaha. (JB/03/Wid)


