Jakarta, JaringBisnis (Minggu, 13/9/2026). Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen untuk mendukung ketahanan energi nasional serta program energi hijau. Keberlanjutan dan ketahanan energi bukan dua hal yang berjalan sendiri-sendiri namun perlu dibangun secara bersamaan.
Hal itu dikatakan VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora saat Pertamax Journey 2026 di Kilang Cilacap, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini mempertemukan jurnalis dari berbagai wilayah operasional Pertamina Patra Niaga.
Dikatakan, Kilang Cilacap menjadi bagian penting dalam ekosistem energi Pertamina. Kilang Cilacap sekaligus menjadi lokasi produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang memanfaatkan bahan baku Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah sebagai salah satu bahan bakunya.
“Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas strategis dalam ekosistem energi Pertamina. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 348 ribu barel per hari, kilang ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional,” jelas Kitty dalam keterangannya.
Kemandirian energi
Selain itu Kilang yang diproyeksikan menjadi proyek green refinery pertama di Indonesia yang difokuskan untuk memproduksi bahan bakar ramah lingkungan skala besar untuk memperkuat kemandirian Energi Hijau dan SAF Nasional.
Pemanfaatan UCO dalam pengembangan SAF juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya merupakan limbah menjadi bagian dari rantai nilai energi. Hal ini sejalan dengan upaya mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular sekaligus menghadirkan alternatif bahan bakar penerbangan yang lebih berkelanjutan.
“Pengembangan SAF merupakan bagian dari perjalanan Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan produk dan layanan energi yang relevan dengan perkembangan industri, termasuk kebutuhan sektor penerbangan terhadap bahan bakar yang lebih berkelanjutan,” jelas Kitty. (JB/03/Wid)


