Live News

28.3°C
  • Jakarta
September 13, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiINDONESIA DORONG BRICS PERKUAT KERJA SAMA DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL

INDONESIA DORONG BRICS PERKUAT KERJA SAMA DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL

Jakarta, JaringBisnis (Jumat, 11/9/2026). Ketidakpastian ekonomi global mendorong negara-negara BRICS memperkuat kerja sama penggunaan mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara. Upaya tersebut diarahkan untuk menghasilkan kerja sama ekonomi dan keuangan yang konkret serta memberikan manfaat nyata.

Hal tersebut mengemuka dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS (2nd BRICS Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting/BRICS FMCBG), 9–10 September 2026 di Mumbai, India.

Pertemuan ini dihadiri para pimpinan bank sentral dan kementerian keuangan negara anggota BRICS, yaitu Indonesia, Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, UEA, Ethiopia, dan Iran. Indonesia diwakili Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung.

Dalam pertemuan tersebut, Destry menekankan pentingnya menjaga stabilitas sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan untuk menghadapi tensi geopolitik dan fragmentasi ekonomi. BI mendorong penguatan kerja sama konkret BRICS, antara lain melalui penggunaan mata uang lokal dalam transaksi dan konektivitas pembayaran lintas negara.

BACA JUGA  ULN JULI 2025 TURUN, BI DAN PEMERINTAH TERUS PERKUAT KOORDINASI

“Indonesia melihat peluang strategis bagi BRICS untuk mengubah berbagai tantangan menjadi resiliensi bersama melalui penguatan kerja sama konkret. Termasuk transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara, dengan tetap memperhatikan tahapan pembangunan dan prioritas nasional masing-masing negara,” ujar Destry dalam siaran pers BI.

Perkuat kerja sama

Pada pertemuan tersebut, negara-negara anggota BRICS menyepakati komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan serta meningkatkan resiliensi dalam menghadapi tantangan global. Kesepakatan ini dirumuskan pascapembahasan sejumlah isu strategis terkait penguatan resiliensi dan pertumbuhan, transformasi digital dan AI, konektivitas pembayaran lintas negara, penggunaan mata uang lokal, ketahanan siber, serta keuangan berkelanjutan.

BRICS juga menyepakati pentingnya penguatan arsitektur keuangan global, antara lain melalui reformasi tata kelola IMF untuk memperkuat suara dan representasi negara berkembang. Sejalan dengan kesepakatan tersebut, Indonesia menekankan pentingnya menjadikan keberagaman karakteristik negara anggota sebagai kekuatan untuk membangun kerja sama yang saling melengkapi dan menghasilkan nilai tambah bersama.

BACA JUGA  BI SIAPKAN TUJUH LANGKAH PERKUAT RUPIAH

Pertemuan menyepakati Pernyatan Bersama yang merefleksikan komitmen dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Ke depan, Indonesia memandang penting untuk menjaga ruang dialog dan membangun jembatan di tengah fragmentasi global.

Melalui sinergi BI dan Pemerintah, Indonesia akan terus berkontribusi dalam agenda kerja sama internasional untuk menghasilkan langkah-langkah konkret yang inklusif dan sejalan dengan prioritas nasional, guna mendukung ketahanan ekonomi dan keuangan Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian pertemuan di Mumbai, Destry melakukan pertemuan bilateral dengan Gubernur Reserve Bank of India (RBI), Sanjay Malhotra.

Pertemuan membahas percepatan kerja sama Local Currency Transaction (LCT) Indonesia–India, Local Currency Bilateral Swap Arrangement (LCBSA), serta konektivitas pembayaran melalui QR antarnegara. Kerja sama ini menjadi salah satu langkah untuk menerjemahkan komitmen BRICS ke dalam konektivitas ekonomi dan keuangan yang memberikan manfaat bagi kedua negara. (JB/03/Wid)

Related Post