Jakarta, JaringBisnis (Selasa, 8/9/2026). Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke beberapa wilayah di Jawa dan Sumatera. Tidak hanya berdampak bagi kesehatan, abu vulkanik juga bisa memengaruhi kendaraan, termasuk kendaraan listrik.
Menghadapi kondisi tersebut, GAC Indonesia mengingatkan pengguna kendaraan untuk mengutamakan keselamatan berkendara serta memastikan kendaraan berada dalam kondisi optimal sebelum dan setelah perjalanan. Selain kesiapan kendaraan, perhatian terhadap kualitas udara kabin juga penting untuk menjaga kenyamanan pengemudi dan penumpang, khususnya ketika kendaraan melintasi area dengan konsentrasi debu atau abu vulkanik yang meningkat.
Apabila perjalanan tetap harus dilakukan, pengguna kendaraan disarankan terlebih dahulu memantau informasi dan arahan dari pihak berwenang terkait kondisi wilayah yang terdampak. Jika perjalanan dinilai tidak aman, menunda perjalanan merupakan pilihan yang perlu dipertimbangkan.
Ketika jarak pandang menurun akibat abu vulkanik atau debu, pengemudi perlu menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi jalan dan lingkungan sekitar.
Selain cara berkendara, beberapa aspek kendaraan juga perlu diperhatikan untuk membantu menjaga keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.
Pengaturan sirkulasi udara
Paparan debu dan partikel di lingkungan sekitar juga membuat kualitas udara di dalam kabin kendaraan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pengguna dapat menyesuaikan pengaturan sirkulasi udara sesuai kondisi lingkungan selama perjalanan untuk membantu mengurangi masuknya udara dari luar secara berlebihan.
Kondisi filter kabin dan sistem pendingin udara (AC) juga perlu diperiksa secara berkala. Perawatan yang tepat membantu memastikan sistem bekerja secara optimal dalam mendukung kenyamanan pengemudi maupun penumpang.
Bagi pengguna kendaraan AION, perhatian terhadap kualitas udara kabin turut didukung oleh kehadiran PM2.5 Cabin Filter. Fitur ini dirancang untuk membantu menyaring partikel halus dari udara sebelum bersirkulasi di dalam kabin.
PM2.5 merupakan istilah untuk Particulate Matter berukuran hingga 2,5 mikrometer. Partikel tersebut dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk debu halus, asap kendaraan, dan material lain yang terdapat di udara. PM2.5 Cabin Filter dirancang untuk membantu menangkap partikel berukuran kecil tersebut sehingga mendukung kualitas udara yang lebih bersih di dalam kabin.
Penggunaan filter dengan kemampuan penyaringan partikel halus menjadi salah satu fitur pendukung kenyamanan pada kendaraan AION, terutama ketika kendaraan digunakan di lingkungan dengan tingkat debu atau partikulat yang lebih tinggi.
Dalam kondisi paparan abu vulkanik, sistem filtrasi udara tetap perlu didukung dengan langkah keselamatan dan perawatan kendaraan lainnya. Pengguna tidak disarankan hanya mengandalkan fitur kendaraan ketika kondisi lingkungan sudah tidak aman untuk dilalui.
Berikut 5 langkah yang perlu piperhatikan pengguna kendaraan GAC saat terjadi hujan abu vulkanik.
1. Prioritaskan keselamatan sebelum perjalanan
Pantau informasi cuaca, kondisi aktivitas vulkanik, serta arahan dari pihak berwenang sebelum bepergian. Apabila kondisi wilayah tidak memungkinkan untuk dilalui, pertimbangkan untuk menunda perjalanan.
2. Sesuaikan kecepatan dan cara berkendara
Abu vulkanik dan debu dapat mengurangi jarak pandang serta membuat kondisi jalan lebih sulit diprediksi. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, dan tetap fokus terhadap kondisi sekitar.
3. Perhatikan sirkulasi udara kabin
Sesuaikan pengaturan sirkulasi udara dengan kondisi lingkungan. Ketika konsentrasi debu atau abu di luar kendaraan meningkat, pengaturan sirkulasi yang sesuai dapat membantu menjaga kenyamanan udara di dalam kabin.
4. Pastikan filter kabin dan AC dalam kondisi baik
Periksa kondisi filter kabin serta sistem pendingin udara secara berkala. Bagi pengguna AION, PM2.5 Cabin Filter menjadi salah satu fitur pendukung kualitas udara kabin yang tetap perlu mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan agar dapat bekerja secara optimal.
5. Periksa dan bersihkan kendaraan setelah perjalanan
Abu vulkanik dan debu dapat menempel pada permukaan eksterior maupun bagian kendaraan lainnya. Setelah melewati area dengan paparan abu atau debu yang tinggi, pengguna disarankan membersihkan kendaraan dan melakukan pemeriksaan apabila diperlukan. (JB/03/Wid)


