Jakarta, JaringBisnis (Senin, 7/9/2026). Kinerja positif dibukukan PT Telkom Indonesia (Telkom) semester I 2026. Pada paruh pertama 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% YoY.
Sementara EBITDA tercatat meningkat 3.8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan margin 49,4%, dan laba bersih tumbuh 1.4% YoY mencapai Rp10,6 triliun. Secara ternormalisasi, laba bersih mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY.
“Kinerja tersebut didukung oleh perbaikan monetisasi bisnis seluler serta disiplin operasional di TelkomGroup,” jelas Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra saat Public Expose Live 2026 yang berlangsung secara online, hari ini.
Di sisi efisiensi, Telkom terus memperkuat disiplin biaya dan alokasi modal untuk memastikan penerapan spesifikasi yang lebih tepat guna. Lebih dari 94% CAPEX dialokasikan untuk bisnis inti pada segmen B2C dan B2B Infrastructure, investasi Perseroan tetap terarah pada area yang memiliki peran strategis terhadap pertumbuhan jangka panjang.
“Secara keseluruhan, hasil Semester I menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan earnings yang tetap positif. Kami juga melihat perkembangan yang semakin baik pada profitabilitas, khususnya pada kuartal kedua. Ke depan, kami akan terus menjaga disiplin biaya dan kualitas pertumbuhan untuk mendukung pencapaian target profitabilitas sepanjang tahun,” jelas Angelo.
Jaga pertumbuhan dan profitabilitas
Memasuki semester kedua, Telkom akan menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas. Hal itu dilakukan melalui monetisasi mobile data, perbaikan fixed broadband, efisiensi biaya, dan akselerasi transformasi TLKM 30.
Berdasarkan pencapaian Semester I, Perseroan tetap mempertahankan guidance kinerja 2026 dengan target pertumbuhan normalized revenue sebesar 1–3% dan margin EBITDA di atas 50%. Pada kuartal II 2026, margin EBITDA Telkom juga telah kembali berada di atas 50%, menunjukkan perbaikan secara kuartalan.
Dengan fundamental yang semakin kuat dan transformasi yang terus berjalan, jelas Angelo, Telkom berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target 2026. Fokusnya adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, dan disiplin modal.
“Kami ingin memastikan setiap langkah transformasi memberikan dampak yang semakin nyata terhadap kinerja, Hal itu pada akhirnya akan mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi stakeholders, dengan tetap memberikan layanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” pungkas Angelo. (JB/03/Wid)


