Jakarta, JaringBisnis (27/7/2026). Perkembangan balap sepeda usia dini jenis balance bike -sepeda tanpa pedal, yang dikendarai secara berlari oleh anak balita hingga usia tujuh tahun, semakin marak akhir-akhir ini.
Klub hingga akademi balance bike hadir di banyak kota, banyak provinsi di Indonesia, di mana dalam satu kali balapan setidaknya diikuti seratus lebih pebalap usia dini.
Salah satu penyelenggara kompetisi balance bike paling konsisten adalah pabrikan sepeda London Taxi. Memiliki tajuk lomba London Taxi Balance Bike Competition disingkat LTBBC, kegiatan ini berlangsung setiap bulannya sepanjang tahun.
Direktur London Taxi Indonesia, Shimizu mengatakan,”Kami menjual balance bike, namun banyak orang Indonesia tidak tahu dan paham fungsi dan manfaat sepeda ini. Karena itulah, kami membuatkan aktivitasnya.”
Di sisi lain, Shimizu melihat bahwa balapan balance bike, yang dilakukan Strider di Jepang cukup diminati. Konsep ini kemudian ia terapkan di Indonesia dan berhasil. Terbukti, sudah sepuluh tahun LTBBC eksis di Indonesia.
Menjadi salah satu pionir untuk kompetisi balance bike di Indonesia, LTBBC kemudian memiliki signature event yang unik. “Kami eksklusif dalam arti dilakukan di mall kelas atas, di dalam ruangan, dengan space yang menunjang balapan, di mana setidaknya terdapat gerai London Taxi di mall tersebut,” kata Shimizu,”dan tentunya, kami tidak khawatir oleh cuaca panas atau hujan.”

Salah satu signature event dari LTBBC adalah memberikan ruang bagi para pebalap pemula. “Ya, semakin ke sini, kompetisi balance bike semakin kompetitif. Ada tipe pebalap, klub, event organizer, dan orangtua yang enthusiast, mengejar kemenangan. Sementara, di LTBBC, kami memberikan kesempatan pertama bagi anak-anak usia dini untuk mengenal kompetisi balance bike. Mereka berlomba untuk kesenangan,” kata Shimizu.
Kesenangan ini juga menular pada para penonton dan bahkan kru LTBBC yang bertugas. Sales dan Marketing Manager London Taxi, Eva Saragih, kerap turut memberi semangat dan larut dalam euforia lomba. “Senang melihat anak-anak ini berlomba. Karena di sini mereka belajar berani, belajar memahami instruksi, belajar keseimbangan, di mana selalu saja ada kejadian lucu untuk usia dua dan tiga tahun,” kata Eva.
Memasuki usia empat dan lima tahun, biasanya aura kompetisinya lebih kuat. “Sudah cepat larinya, karena hampir semua sudah bergabung dengan klub atau akademi,” kata Eva lagi.
Batas usia hingga lima tahun inilah yang menjadi ciri khas LTBBC. Kata Eva,”Setelah melewati usia lima tahun, mereka menjadi enthusiast rider, mengejar prestasi dan podium, dan akan difasilitasi oleh event organizer yang menawarkan lintasan lomba lebih panjang dan tentunya di luar ruang.” (JB/02/GlG)


