Live News

28.3°C
  • Jakarta
July 29, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogNasionalIndonesiaSOROTI PERAN BOARD OF PEACE, JUSUF KALLA: JANGAN JADI PENGIKUT SAJA

SOROTI PERAN BOARD OF PEACE, JUSUF KALLA: JANGAN JADI PENGIKUT SAJA

Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 7/3/2026). Dukungan pemerintah Indonesua terhadap kebijakan internasional tidak sekadar menjadi simbolis. Dukungan tersebut harus benar-benar berorientasi pada penyelesaian konflik dan terciptanya perdamaian yang nyata.

Hal tersebut dikatakan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla terkait masuknya Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Ia menyatakan bahwa langkah terkait BoP perlu dilihat dari dampaknya terhadap upaya menciptakan perdamaian, khususnya bagi Palestina.

“Jangan hanya menjadi lambang atau pengikut saja. Kita lihat buktinya seperti ini, bicara kedamaian yang tidak diperangi,” ujarnya.

Menurut Kalla, dukungan terhadap BoP seharusnya diukur dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu mendorong terciptanya perdamaian, termasuk melalui pengakuan terhadap negara Palestina.

BACA JUGA  DORONG KEMANDIRIAN ENERGI, PERTAMINA INISIASI PROGRAM DESA ENERGI BERDIKARI DI BALI

“Ya kita lihat dulu apa yang dilakukan beberapa bulan akan datang. Kalau BoP itu bisa membuat kedamaian di Palestina, contohnya, oke kita dukung,” kata Kalla usai menghadiri diskusi tokoh lintas generasi di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).

Solusi dua negara

Ia menambahkan, terdapat sejumlah negara Islam yang pada prinsipnya memiliki keinginan untuk mendukung upaya perdamaian tersebut. Namun, menurutnya, dinamika politik internasional, termasuk hak veto dari Amerika Serikat, kerap menjadi kendala dalam proses tersebut.

Lebih lanjut, Kalla menilai bahwa salah satu ujian penting dalam proses perdamaian adalah adanya pengakuan terhadap negara Palestina sebagai bagian dari solusi dua negara.

“Cara mendamaikannya adalah dengan memberikan pengakuan kepada Palestina. Kalau tidak, hanya mendukung Israel, buat apa,” telas Kalla. (JB/03/Wid)

BACA JUGA  TEMUAN POPULIX JELANG PILKADA 2024, MASYARAKAT LEBIH MEWAJARKAN POLITIK DINASTI KETIMBANG POLITIK UANG

Related Post