Jakarta, JaringBisnis, Selasa (20/10/2026). Hadirnya Sepiak Belitong pada IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 berhasil memberikan warna baru dan mencuri perhatian publik. Ini bukan sekadar pameran busana dan fashion show biasa, namun Sepiak Belitong mampu membawa serta denyut nadi Pulau Belitong di setiap detil kain yang mereka presentasikan.
Mulai dari padu padan warna yang lembut, menggambarkan romantisme pantai Belitong di saat senja dan fajar, hingga detil bunga dan daun simpor yang sangat identik dengan keseharian masyarakat Belitong. Di balik itu, gerakan sosial khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus adalah nilai yang tak dapat dianggap sunyi dari kemeriahan panggung catwalk.
Berikut, wawancara kami dengan Ibu Bella Kartika Aprillia, wanita tangguh yang berada di balik Sepiak Belitong.
Apa misi utama Sepiak Belitong mengikuti IN2MOTIONFEST x JMFW 2026?
Misi utama kami adalah memperkenalkan wastra dan kekayaan budaya Belitong kepada pasar yang lebih luas melalui fashion. Bagi Sepiak, kain bukan sekadar produk yang dikenakan, tetapi medium untuk bercerita tentang identitas, alam, budaya, dan harapan masyarakat Belitong.
Melalui panggung IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 dalam rangkaian ISEF 2026, kami ingin menunjukkan bahwa wastra khas Belitong dapat terus berkembang menjadi busana muslim yang modern, stylish, dan relevan dengan kebutuhan pasar masa kini, tanpa kehilangan akar budayanya.
Bagi kami, ini juga merupakan bagian dari perjalanan Sepiak selama 16 tahun untuk membawa budaya Belitong agar semakin dikenal, diapresiasi, dan memiliki daya saing.
Konsep apa yang dibawa Sepiak, dengan dominasi warna kuning, ungu, dan merah jambu?
Koleksi kali ini mengangkat tema Tropical Muslim Wear, dengan inspirasi dari keindahan sunset di Belitong dan karakter busana era 1980-an Pop Disco yang ekspresif, dinamis, serta penuh warna. Kami menerjemahkan keindahan alam pesisir Belitong ke dalam palet warna kuning, ungu, dan merah jambu yang lembut. Warna-warna ini memberikan kesan hangat, feminin, segar, dan optimistis.
Kami juga menghadirkan siluet yang terinspirasi gaya 80-an, kemudian memadukannya dengan wastra bermotif Daun Simpor yang menjadi identitas Sepiak. Harapannya, koleksi ini menghadirkan pertemuan antara nostalgia, keindahan tropis, dan gaya modest fashion yang modern.
Busana ready-to-wear ini cocok dikenakan dalam suasana apa saja?
Koleksi ini dirancang agar tidak hanya indah di panggung fashion show, tetapi juga dapat dikenakan dalam kehidupan sehari-hari. Karakter warnanya yang lembut dan siluetnya yang dinamis membuat koleksi ini cocok untuk acara semi-formal, pertemuan sosial, gathering, acara keluarga, hingga kegiatan liburan dan destinasi wisata tropis.
Beberapa look juga dapat dikenakan untuk acara yang lebih spesial, seperti pesta siang hari atau acara formal yang tidak terlalu kaku, dengan menyesuaikan aksesori dan styling.
Kami ingin menghadirkan busana yang membuat perempuan merasa nyaman, percaya diri, dan tetap memiliki karakter. Jadi, wastra tidak harus selalu identik dengan acara adat atau acara resmi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup modern.
Mengapa aksen Daun Simpor tidak terlalu dominan dan muncul detail tiga bunga berwarna lembut? Apa filosofinya?
Daun Simpor tetap menjadi bagian penting dari identitas Sepiak. Simpor bukan hanya motif, tetapi juga simbol budaya Belitong yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Daunnya secara tradisional digunakan untuk membungkus makanan, sehingga bagi kami, Simpor memiliki makna kebersamaan, kesederhanaan, dan berbagi.
Dalam koleksi ini, kami mencoba menerjemahkan identitas tersebut dengan pendekatan yang lebih modern. Daun Simpor tidak harus selalu ditampilkan secara dominan, tetapi dapat hadir sebagai elemen yang menyatu dengan keseluruhan desain.
Sementara itu, detail bunga yang merupakan bunga dari tanaman Simpor itu sendiri, bunganya punya ciri khas dan detail yang indah, warna aslinya kuning dan ada yang merah namun dalam koleksi ini warna disesuaikan dengan warna-warna lembut dan menjadi aksen yang memperkuat karakter feminin, segar, dan romantis dari koleksi ini. Kehadiran detail tersebut merupakan eksplorasi estetika agar busana terasa lebih ringan dan sesuai dengan nuansa tropis serta inspirasi era 80-an.
Bagi Sepiak, inovasi bukan berarti meninggalkan identitas. Justru bagaimana identitas budaya bisa terus berkembang dan menemukan cara baru untuk diceritakan melalui fashion.
Apakah Sepiak Belitong membidik pasar internasional?
Tentu. Pasar internasional merupakan salah satu arah pengembangan Sepiak, dan kami ingin memperkenalkan budaya Belitong kepada dunia melalui fashion. Kami percaya bahwa setiap daerah memiliki cerita dan kekayaan budaya yang dapat menjadi daya tarik global apabila diterjemahkan melalui desain yang relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.
Kami juga terus mengembangkan produk dan kolaborasi yang menghubungkan wastra Belitong dengan isu budaya, sejarah maritim, dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu cerita yang kami angkat adalah Kapal Harapan, yang terinspirasi dari sejarah kapal karam di perairan Batu Itam dan melibatkan kreativitas anak-anak berkebutuhan khusus.
Bagi kami, go international bukan sekadar menjual produk ke luar negeri, tetapi juga membawa cerita, identitas, dan nilai yang ada di balik produk tersebut. Kami ingin ketika seseorang mengenakan Sepiak, ia tidak hanya mengenakan busana, tetapi juga ikut mengenal dan menghargai budaya Belitong.
Siapakah desainer koleksi Sepiak Belitong ini?
Sepiak didirikan dan dikembangkan oleh saya, Bella Kartika Aprilia, bersama suami saya, Jaems Ferery. Dalam pengembangan koleksi, kami membangun arah kreatif dengan menjadikan wastra dan kekayaan budaya Belitong sebagai DNA utama, lalu menerjemahkannya ke dalam siluet, warna, dan detail yang relevan dengan tren.
Berapa kisaran harga, di mana bisa diperoleh, dan bagaimana cara membelinya?
Untuk koleksi ini, kami ingin menghadirkan wastra khas Belitong yang dapat dinikmati konsumen dalam bentuk busana modern dan siap pakai. Produk Sepiak dapat diperoleh melalui gerai resmi Sepiak di Belitung serta kanal penjualan online resmi kami. Konsumen dapat menghubungi tim Sepiak untuk mengetahui ketersediaan model, ukuran, warna, dan harga masing-masing produk berkisar Rp 300.000 – Rp 2.000.000 sesuai dengan detail, bahan, dan tingkat pengerjaan yang berbeda. (JB/02/GlG)


