Live News

28.3°C
  • Jakarta
October 21, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogHumanioraPendidikanMBG TINGKATKAN KEHADIRAN DAN SEMANGAT BELAJAR SISWA

MBG TINGKATKAN KEHADIRAN DAN SEMANGAT BELAJAR SISWA

Jakarta, JaringBisnis (Rabu, 21/101/2026). Kajian Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkatkan kehadiran siswa di sekolah dan semangat belajar. Hasil kajian ini menjadi masukan bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas menu dan memperluas jangkauan program agar makin tepat sasaran.

Kajian itu tersebut disampaikan DEN kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Anggota DEN, Mochamad Firman Hidayat menjelaskan bahwa kajian tersebut dilakukan melalui modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang disusun DEN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lainnya. Modul tersebut mulai diterapkan sejak September 2025 dengan cakupan seluruh wilayah Indonesia.

“Salah satu pertanyaannya adalah melihat bagaimana outcome dari program MBG ini terhadap absensi siswa di sekolah, semangat belajarnya, dan rasa laparnya. Jadi terlepas dari segala kekurangan yang dialami program MBG ini, kami melihat temuannya cukup menarik. Jadi kalau kita lihat absensi siswa, penerima MBG itu jarang absen dibandingkan dengan non-penerima MBG,” ujar Firman seperti dikutip setneg.go.id.

Berdasarkan hasil kajian, Firman menyebut siswa penerima MBG tercatat lebih jarang absen dibandingkan dengan siswa yang belum menerima program tersebut. Perbedaan ini bahkan terlihat cukup signifikan pada kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah atau desil pertama.

BACA JUGA  PIMPINAN BGN DIGANTI, PEMERINTAH PASTIKAN PROGRAM MBG TETAP BERJALAN

“Bahkan sebenarnya gapnya cukup besar, terutama di Desil-1 yang paling miskin. Jadi ketika dia non-penerima MBG, dia akan sering absen, sementara kalau penerima MBG dia akan relatif tidak absen ke sekolah, dan ini semakin tinggi berkurangnya absen seiring dengan intensitas penerimaan MBG di sekolahnya. Jadi saya kira ini satu hal yang positif,” imbuh Firman.

Kualitas menu

Selain kehadiran siswa, Firman mengatakan kajian DEN juga menemukan hubungan antara kualitas menu MBG dan semangat belajar anak. Berdasarkan hasil kajian tersebut, sebanyak 95 persen siswa penerima MBG yang menilai kualitas menu sangat baik menyatakan bahwa semangat belajar mereka meningkat. Sebaliknya, ketika kualitas menu dinilai buruk, persentase siswa yang merasakan peningkatan semangat belajar menurun secara signifikan.

BACA JUGA  PENYESUAIAN PENGANGGARAN MBG DIMULAI PADA APBN 2028

“Artinya memang salah satu rekomendasi kami perlu diperhatikan kualitas menu MBG karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah,” ungkap Firman.

Temuan tersebut menjadi salah satu masukan DEN kepada Presiden Prabowo untuk mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan program MBG. Di samping kualitas menu, pemerataan distribusi penerima manfaat juga menjadi perhatian.

Berdasarkan data Susenas periode September, Firman mengatakan distribusi penerima MBG masih cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan dibandingkan dengan perdesaan.

“Artinya perlu ada prioritas yang lebih baik, terutama untuk daerah 3T, daerah pedesaan, dan masyarakat miskin. Karena sekali lagi tadi studi kita menunjukkan bagaimana program ini sebenarnya mampu menurunkan absensi siswa ke sekolah dan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi rasa lapar mereka di sekolah,” jelas Firman. (JB/03/Wid)

Related Post