Live News

28.3°C
  • Jakarta
August 17, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogBisnisEkonomiPERTAMINA PERKUAT SINERGI DENGAN PEMERINTAH WUJUDKAN KETAHANAN ENERGI

PERTAMINA PERKUAT SINERGI DENGAN PEMERINTAH WUJUDKAN KETAHANAN ENERGI

Jakarta, JaringBisnis (Minggu, 16/8/2026). Sinergi antara Pertamina dan pemerintah diperlukan untuk memastikan berbagai agenda strategis energi dapat berjalan secara efektif. Hal tersebut dikatakan Komisaris Utama PT Pertamina Mochamad Iriawan pada acara Sinergi Ketahanan Energi Nusantara di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

“Sinergi Ketahanan Energi Nusantara merupakan bagian dari orkestrasi bersama kementerian dan pemerintah. Kita memiliki semangat one team, one objective. Tujuannya memastikan energi tersedia tepat waktu untuk seluruh Indonesia dengan biaya yang efisien dan sesuai dengan ketentuan,” ujar Iriawan dalam keterangannya.

Menurut Iriawan, dukungan pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung percepatan investasi dan peningkatan produksi energi nasional.

“Setiap proses yang lebih cepat berarti satu langkah lebih dekat pada peningkatan produksi, investasi, dan pada akhirnya penguatan Ketahanan Energi Nusantara,” tambahnya.

Di sisi lain, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Ossy Dermawan menegaskan ketahanan energi nasional membutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

BACA JUGA  PGTC 2025 WADAH MAHASISWA BERINOVASI ENERGI BERKELANJUTAN

“Ketahanan energi nasional tidak mungkin dibangun oleh satu pihak. Diperlukan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan agar pembangunan infrastruktur energi dapat berjalan secara cepat, tertib, adil, dan berkelanjutan,” ujar Ossy.

Menurutnya, dukungan tata ruang, ketersediaan tanah, serta kepastian hukum atas tanah dan aset menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi nasional.

Ekosistem energi nasional

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan sinergi dengan pemerintah diperlukan untuk mempercepat berbagai agenda strategis Pertamina. Mulai dari eksplorasi dan peningkatan produksi migas hingga pengembangan energi rendah karbon.

Di sektor hulu, Pertamina terus mengoptimalkan potensi migas, termasuk pengembangan migas nonkonvensional (MNK) yang memiliki potensi sumber daya lebih dari 11 miliar barel. Pertamina juga memperkuat pengembangan biofuel untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM serta panas bumi sebagai salah satu sumber energi bersih nasional.

BACA JUGA  LABA BERSIH PGE NAIK 40 PERSEN PADA KUARTAL I 2026

“Teknologinya kita sudah punya, produksinya sudah kita lakukan, hasilnya pun sudah terbukti. Namun, bahan bakunya harus terus dikembangkan lagi sehingga kita bisa mengurangi impor BBM,” ujar Oki.

Sedangkan Vice President Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron mengatakan kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem energi nasional.

“Ketahanan energi membutuhkan sinergi yang kuat. Kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi penting untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya energi domestik, memperkuat rantai pasok, serta memastikan energi tersedia bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Baron.

Menurut Baron, sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pertamina mengoptimalkan kekuatan seluruh lini bisnisnya, dari hulu hingga hilir. Hal itu untuk mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (JB/03/Wid)

#pertamina  #ketahanan energi

Related Post