Jakarta, JaringBisnis(Jumat, 23/10/2026). Di tengah dinamika ekonomi, Bank Mandiri menerapkan pengelolaan risiko secara disiplin di setiap tahapan penyaluran kredit. Mulai dari analisis debitur hingga pemantauan dan evaluasi ketahanan portofolio secara berkala.
Penerapan pengelolaan risiko yang disiplin turut mendukung pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.592 triliun hingga akhir Agustus 2026. Angka ini tumbuh 17,6% secara tahunan (year on year/YoY) dengan rasio non-performing loan (NPL) yang tetap terjaga sebesar 1,00%.
Bank Mandiri juga menjaga kecukupan pencadangan dengan NPL coverage ratio tercatat sebesar 240,6% terhadap kredit bermasalah sebagai penyangga dalam menghadapi potensi kerugian kredit.
Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro menyebut Perseroan meyakini pertumbuhan kredit yang sehat harus didukung pengelolaan risiko yang konsisten. Hal itu dilakukan melalui penguatan pemantauan kualitas kredit, kecukupan pencadangan, serta diversifikasi pembiayaan dengan mempertimbangkan prospek dan profil risiko masing-masing sektor usaha.
“Langkah ini menjadi bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian untuk mengelola konsentrasi risiko dan mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Danis Subyantoro dalam keterangannya.
Siapkan langkah mitigasi
Sejalan dengan kualitas aset yang terjaga, biaya risiko kredit atau cost of credit (CoC) Bank Mandiri juga berada pada level yang terkendali. Hingga akhir Agustus 2026, CoC Bank Mandiri sebesar 0,54%. Pengelolaan biaya risiko ini didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dan pemantauan kualitas kredit secara berkelanjutan, serta langkah mitigasi yang disesuaikan dengan profil risiko portofolio.
Capaian ini turut didukung oleh pengelolaan risiko secara proaktif melalui pemanfaatan early warning system untuk mengidentifikasi perubahan kondisi debitur dan indikasi risiko sejak dini. Hal ini membuat Perseroan dapat melakukan pemantauan lebih intensif serta mengambil langkah mitigasi yang sesuai dengan perkembangan profil risiko debitur.
Selain pemantauan debitur, Bank Mandiri juga melakukan stress test secara berkala untuk mengukur ketahanan portofolio terhadap berbagai skenario ekonomi. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam mengidentifikasi potensi risiko dan menentukan langkah mitigasi yang diperlukan.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat pengelolaan risiko yang adaptif terhadap dinamika ekonomi untuk menjaga ketahanan portofolio dan mendukung fungsi intermediasi secara berkelanjutan. (JB/03/Wid)


