Jakarta, JaringBisnis (Senin, 12/10/2026). Usai gagal membawa Argentina menjadi juara pada Piala Dunia 2026, Lionel Messi sadar diri. Usai kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey Stadium, 20 Juli 2026, Messi menyadari inilah akhir perjalanannya bersama Timnas Argentina.
Laga uji coba melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, Rabu (7/10/2026) menjadi laga perpisahan Messi dengan Tim Tango. Di usia yang sudah 39 tahun, mantan pemain Barcelona dan PSG itu mengambil sikap untuk segera mundur dari pentas internasional. Messi kini hanya fokus bermain bersama klub Amerika, Inter Miami.
Namun, sikap berbeda diambil Cristiano Ronaldo. Kegagalan di Piala Dunia 2026, Portugal disingkirkan Spanyol di babak 16 besar, tidak membuat Ronaldo mengambil keputusan seperti Messi.
Ronaldo belum mau menanggalkan kaos Timnas Portugal. Padahal di usia yang sudah 41 tahun, mantan pemain Manchester United dan Real Madrid harusnya menyadari kebersamaan dengan Timnas Portugal telah usai.
Tapi, Ronaldo bergeming. Ia yakin masih menjadi pemain penting di skuad Seleção das Quinas, julukan Timnas Portugal.
Namun, kenyataan yang ada berkata lain. Bukannya bersinar, Ronaldo justru makin terpuruk. Ronaldo saat ini berada di tengah pusaran konflik internal yang terancam mengakhiri kariernya di Timnas Portugal lewat pintu belakang.
Dikutip dari BBC, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) secara resmi menjatuhkan sanksi skorsing kepadanya. Hukuman itu dijatuhkan menyusul sikap Ronaldo yang meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal.
Menurut aturan FPF, pemain yang meninggalkan kegiatan timnas tanpa alasan sah dapat diskors satu hingga enam bulan dan didenda. Ronaldo, pencetak gol terbanyak Portugal dengan 146 gol dari 234 laga, berpotensi terkena sanksi tersebut.
Konflik dengan pelatih
Keputusan tidak bijak Ronaldo meninggalkan timnas Portugal bermula dengan konfliknya dengan pelatih kepala Jorge Jesus. Menurut versi Ronaldo, rencana awalnya ia bermain di laga pertama dan terakhir, sementara lawatan ke Norwegia dan Denmark akan dilewatkan untuk menjaga kebugaran.
Pada laga tandang di Oslo, 27 September, Portugal menang 2-1 atas Norwegia. Ronaldo duduk di bangku cadangan sepanjang laga. Padahal sempat diminta melakukan pemanasan. Kecewa tidak dimainkan, usai laga Ronaldo meninggalkan lapangan tanpa bergabung dengan rekan setim untuk menyapa suporter.
Pertemuan lanjutan digelar dengan melibatkan Direktur Olahraga Al-Nassr, Simão Coutinho, dan penasihat strategis Ronaldo, Tiago Craveiro. Menurut Ronaldo, dalam pertemuan itu Jesus setuju menjelaskan kepada media bahwa ia tak pernah meminta menit bermain. Jesus membantah ada kesepakatan semacam itu.
Pada konferensi pers jelang laga melawan Denmark, Jesus menegaskan keputusan siapa yang akan bermain ada di tangannya sebagai pelatih. Ronaldo lalu meninggalkan pemusatan latihan di Kopenhagen pada 30 September 2026.
Menurut laporan Marca, Jesus dan Presiden FPF Pedro Proença sempat menyusulnya ke bandara, tetapi gagal membujuk Ronaldo bertahan. Namuh, tanpa Ronaldo, Portugal tetap menang di keempat laga pada jeda internasional ini dan memastikan tiket perempat final Nations League dengan dua laga tersisa.
Permintaan maaf
Pada 7 Oktober 2026, Ronaldo merilis surat terbuka di akun Instagram pribadinya. Ia memaparkan kekecewaannya, menyampaikan permohonan maaf kepada rekan setim serta suporter, dan menyatakan kesiapannya menerima konsekuensi hukum dari FPF. Kendati demikian, Ronaldo menegaskan komitmennya untuk tetap membela Portugal begitu masa sanksinya berakhir.
Pihak FPF sendiri mengonfirmasi bahwa skorsing pencegahan telah berlaku sejak 7 Oktober dan dipertegas melalui keputusan Seksi Non-Profesional pada 9 Oktober 2026. Selama masa investigasi tertutup ini, Ronaldo dilarang melakukan aktivitas bersama tim nasional.
Meski proses hukum sedang berjalan, Presiden FPF Pedro Proença mengimbau semua pihak untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa tidak ada keretakan permanen dan terdapat keinginan kuat dari federasi, pelatih Jorge Jesus, hingga para pemain untuk membawa sang kapten kembali pada jeda internasional November 2026 mendatang.
Kini publik menanti apakah kasus ini menjadi titik awal akhir karier panjang Ronaldo bersama Timnas Portugal. (JB/BBC/03/Vin)


