Live News

28.3°C
  • Jakarta
October 12, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogHumanioraPariwisataBSI DUKUNG PEMULIHAN DESA WISATA DI LOMBOK MELALUI PROGRAM ‘SATU BENANG UNTUK SADE’

BSI DUKUNG PEMULIHAN DESA WISATA DI LOMBOK MELALUI PROGRAM ‘SATU BENANG UNTUK SADE’

Jakarta, JaringBisnis (Senin, 12/10/2026). PT Bank Syariah Indonesia (BSI) kembali menegaskan komitmen memperkuat ekosistem travel halal nasional serta mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. Kali ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui program “Satu Benang untuk Sade” di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Inisiatif ini hadir sebagai pendorong utama kebangkitan ekonomi dan mata pencaharian warga lokal pascabencana kebakaran yang sempat melumpuhkan aktivitas pariwisata adat setempat.

Bersinergi dengan Danantara Indonesia, BSI menghadirkan dukungan pemulihan Desa Sade pascabencana kebakaran yang sempat melumpuhkan aktivitas pariwisata adat setempat. Diharapkan, ikon wisata budaya Sasak ini siap kembali menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara dengan standar layanan yang makin berdaya saing.

BACA JUGA  GANDENG ANTAM, BSI PERMUDAH INVESTASI EMAS

Melalui program ini, BSI meresmikan pembangunan kembali infrastruktur vital warga mencakup 4 unit rumah adat, gapura desa, balai pertemuan serta pusat ibadah masyarakat. Langkah ini bertujuan mengembalikan denyut kehidupan warga terutama pengrajin tenun, pelaku UMKM, hingga pengelola homestay agar dapat kembali mandiri dan sejahtera dari sektor pariwisata.

Dampak jangka panjang

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo menegaskan pemulihan Desa Sade berfokus pada dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga lokal.

“Membangkitkan Desa Sade bukan sekadar merenovasi bangunan, melainkan menghidupkan kembali rantai ekonomi warga. Pariwisata halal yang beretika harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat,” kata Anggoro dalam keterangannya.

Ketika wisatawan berkunjung, kata Anggoro, rezeki harus mengalir langsung ke para penenun, pedagang, dan pelaku UMKM lokal. BSI ingin memastikan budaya Sasak tetap terjaga sekaligus menjadi pilar kemandirian ekonomi warga Sade.

BACA JUGA  TRANSAKSI REMITANSI BSI NAIK 15%

Untuk memperluas dampak kebermanfaatan, BSI melalui BSI Maslahat juga membuka ruang partisipasi publik lewat program donasi “Satu Benang untuk Sade” yang dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi BYOND by BSI. (JB/03/Wid)

Share:

Related Post