Live News

28.3°C
  • Jakarta
October 24, 2026
28.3°C
  • Jakarta
Follow Us:

Diterbitkan oleh

PT GEMA WARTA SEMBILAN

NIB: 1702230088809

Notaris: Noviar Beta Aurenaldi, SH, MKn

Jaring BisnisBlogHumanioraPendidikanBGN PRIORITASKAN PERLUASAN PROGRAM MBG DI WILAYAH 3T

BGN PRIORITASKAN PERLUASAN PROGRAM MBG DI WILAYAH 3T

Jakarta, JaringBisnis (Sabtu, 12/9/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) akan memprioritaskan perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi satuan pendidikan di wilayah yang memiliki tingkat kebutuhan lebih tinggi. Terutama khususnya daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta wilayah dengan angka stunting yang tinggi.

Sebelumnya, BGN telah mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia. Satuann pendidikan yang dikeluarkan merupakan sekolah-sekolah bertaraf internasional dan telah mandiri secara finansial tanpa bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kepala BGN, Sudaryono mengatakan perluasan layanan dilakukan secara bertahap berdasarkan prioritas wilayah dan hasil pemetaan satuan pendidikan yang belum mendapatkan layanan MBG.

“Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali,” ujar Sudaryono seperti dikutip bgn.co.id.

Ia mencontohkan Maluku dan Papua sebagai salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam perluasan layanan MBG. Berdasarkan pendataan BGN, masih terdapat sekitar 15 ribu satuan pendidikan di kedua wilayah tersebut yang belum terlayani program MBG.

BACA JUGA  PRESIDEN TUNJUK WAMEN SUDARYONO PIMPIN BGN

“Tentu saja wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas. Selain itu juga wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan wilayah-wilayah 3T lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Buka SPPG

Untuk mendukung perluasan tersebut, BGN akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah-wilayah yang telah ditetapkan sebagai prioritas. Pembukaan SPPG tidak dilakukan secara serentak, melainkan melalui tahapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing wilayah.

“Kami akan segera membuka SPP di tempat-tempat prioritas tadi secara bertahap dan terukur,” katanya.

Ia menegaskan, percepatan perluasan layanan tetap harus berjalan seiring dengan pengelolaan program yang aman, efisien, dan tepat sasaran. Karena itu, pembukaan dapur SPPG akan dilakukan dengan memperhatikan tahapan dan kesiapan di lapangan.

BACA JUGA  PROGRAM MBG BERI PELUANG UMKM SEKTOR PANGAN TUMBUH DAN BERKEMBANG

“Sehingga implementasi dari pembukaan dapur SPPG nanti itu bisa berjalan dengan aman dan tentu saja efisien serta tepat sasaran sebagaimana yang kita inginkan,” pungkasnya. (JB/03/Wid)

Related Post