Jakarta, JaringBisnis. Presiden Prabowo Subianto menghadiri tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) guna memperkuat pengelolaan aset negara dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Presiden menyatakan bahwa target jangka panjang Danantara masih cukup besar dan mendorong jajaran pimpinan lembaga tersebut untuk terus meningkatkan kinerja dan memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara optimal. Presiden memberikan target kepada Danantara Indonesia untuk dapat memberikan kontribusi minimal 50 miliar dolar AS atau Rp800 triliun kepada negara tiap tahun. Target tersebut berasal dari perhitungan tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA) minimal sebesar 5 persen dari total aset yang dikelola Danantara.
Sementara itu CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan tahun pertama perjalanan lembaga itu difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan penguatan tata kelola agar arah pengelolaan investasi negara tetap berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (JB/07/YAY).

Presiden Prabowo Subianto (ketiga kiri) berbincang dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani (kedua kanan), Menko Pangan Zulkifli Hasan (kiri), Menteri ESDM Bahlil Lahadahlia (kedua kiri), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (ketiga kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memasuki ruang acara tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia. Setpres/Cahyo 
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani (tengah) disaksikan Menpora Erik Thohir. Setpres/Cahyo 
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kata sambutan. Setpres/Cahyo















